nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi Gel Anti Api, Efektif Atasi Kebakaran Hutan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 21:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 08 612 2114434 teknologi-gel-anti-api-efektif-atasi-kebakaran-hutan-Rvz92WIAEM.jpg Teknologi gel anti api (Foto : Smithsonianmag)

Kemarau panjang serta cahaya matahari yang terik membuat memicu terjadinya kebakaran. Tahun lalu 1,8 juta hektar lahan di California, Amerika Serikat dilalap si jago merah. Insiden kebakaran hutan tersebut menewaskan lebih dari 100 orang dan 17 ribu rumah hancur menjadi debu.

Insiden tersebut menjadi kebakaran hutan terburuk yang pernah ada wilayah tersebut. Pada April 2019, Inggris telah mencatat lebih banyak hutan yang terbakar dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu Kutub Utara pun mengalami fenomena kebakaran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perubahan iklim yang menjadi biang keladi banyaknya kebakaran hutan, dan hal ini membuat semuanya menjadi lebih buruk. Melihat hal tersebut, para ilmuwan Stanford mengembangkan sebuah formula untuk mengatasi kebakaran.

Kebakaran lahan

Formula tersebut berupa gel yang dapat disemprotkan pada vegetasi (lahan) yang rawan kebakaran untuk membantu melindunginya dari api. Fungsinya untuk mengurangi jumlah dan tingkat keparahan kebakaran di sebuah wilayah.

"Kami berharap bahan-bahan ini dapat membantu mengatasi dan mencegah kebakaran dengan alat yang memungkinkan mereka untuk beralih dari strategi reaktif eksklusif ke pencegahan proaktif," tutur Eric Appel, seorang profesor ilmu dan teknik material di Stanford, melansir dari Smith Sonian Mag, Selasa (8/10/2019).

Eric yang memimpin penelitian dalam Prosiding National Academy of Sciences mengaku menemukan sejumlah penghambat api yang digunakan pada kebakaran hutan aktif. Tetapi mereka dapat dengan mudah dihanyutkan oleh hujan atau diterbangkan oleh angin.

Alhasil penemuan mereka tidak bertahan cukup lama untuk mencegah kebakaran baru. Bahan seperti gel baru dapat digunakan sebagai cairan pembawa untuk menghambat kebakaran hutan. Teknologi gel membuatnya menempel pada tumbuh-tumbuhan sepanjang musim kebakaran.

Gel ini terbuat dari selulosa serat tanaman dan menggunakan bahan yang telah disetujui untuk digunakan dalam makanan, obat-obatan, kosmetik dan produk pertanian. Gel itu akan bertahan sepanjang musim kebakaran, sebelum perlahan-lahan menurun efeknya.

Gel ini dapat disemprotkan oleh petugas pemadam kebakaran di tanah atau dalam jumlah yang lebih besar dari pesawat atau helikopter. Mengembangkan gel ini membutuhkan proses selama tiga tahun. Appel dan timnya bekerja dengan Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California untuk menguji bahan gel pada rumput dan chamise.

Kebakaran hutan besar

Hasilnya mereka menemukan bahwa gel memberikan perlindungan 100 persen terhadap api meski hanya turun sedikit hujan. Sebaliknya, retardants yang biasanya digunakan oleh petugas pemadam kebakaran akan hilang atau hampir hilang pada jika digunakan dalam kondisi ini.

"Bukti nyata selalu ada pada gel ini. Dan sangat memuaskan untuk melihat kefektifan teknologi ini dalam menghentikan kebakaran hutan. Kunci dari pendekatan ini adalah kenyataan bahwa sebagian besar kebakaran terjadi di beberapa daerah berisiko tinggi,” kata Appel.

Kebakaran sebagian besar disebabkan oleh manusia, dan terjadi berulang-ulang di tempat yang sama. Bara api menyasar di perkemahan, melemparkan rokok ke pinggir jalan, percikan api dari kabel listrik. Jadi petugas pemadam kebakaran dapat mencegah sebagian besar kebakaran dengan hanya berfokus pada bidang-bidang ini.

gel anti

“Dengan alat yang tepat di tangan, Anda hanya perlu mengaplikasikannya pada sejumlah kecil lahan bukan petak besar hutan untuk mencegah kebakaran terjadi sejak awal,” lanjutnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini