nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Generasi Muda Indonesia Cuma Jadi Penikmat Kopi!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 12:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 09 298 2114643 generasi-muda-indonesia-cuma-jadi-penikmat-kopi-6NgKoX9FWQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEBAGAI salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, Indonesia ternyata masih menghadapi sejumlah kendala yang hingga sekarang belum ditemukan solusinya. Permasalahan ini menyangkut regenerasi di kalangan petani kopi.

Mulyono Susilo, selaku Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia mengatakan bahwa generasi mudah Indonesia belum banyak yang tertarik untuk terjun di bidang pertanian. Padahal, regenerasi menjadi masalah yang penting mengingat rata-rata petani kopi di Indonesia sudah memasuki usia lanjut.

"Yang muda malah tidak ada yang mau meneruskan. Sekarang gimana cara agar anak muda ini bisa 'back to farm'. Di Thailand itu sudah dibuat eko wisata yang dikelola oleh petani-petani muda. Kita bisa melakikan hal yang sama," ujar Mulyono kepada Okezone.

Hal senada juga disampaikan oleh Deva Mahenra. Aktor yang kini terjun dalam bisnis kopi pun tidak memungkiri bahwa selama ini, para pegiat kopi di Indonesia terlalu fokus pada hilirnya yakni, coffee shop dan produk atau racikan kopinya saja.

para pegiat kopi di Indonesia terlalu fokus pada hilirnya yakni, coffee shop dan produk atau racikan kopinya saja.

Kesadaran untuk memaksimalkan sektor hulunya sendiri masih sangat minim. Pasalnya, dari segi produksi, jumlah kopi yang dihasilkan para petani kopi di Indonesia masih kalah jauh dengan petani kopi di Vietnam.

Padahal, bila berbicara soal luas lahan, Indonesia jauh lebih berpotensi mengembangkan sektor pertanian. Maka dari itu, Deva mengimbau agar pemerintah maupun pegiat kopi Nusantara terus memberikan edukasi kepada para petani-petani lokal, dan generasi muda.

"Terdengar klise, tapi edukasi tentang kopi itu memang harus dilakukan. Karena bagaimana pun juga, pendekatan dengan petani-petani dari masing-masing daerah itu beda-beda," katanya.

"Untuk melakukan pendekatan dengan petani kopi, kita harus melakukan kajian lebih jauh lagi, untuk mempelajari culture hingga kondisi geografis di daerah mereka," tegas Deva.

pemerintah juga harus rutin mempublikasikan data tentang bagaimana perkembangan kopi di Indonesia

Lebih lanjut Devi menjelaskan, pemerintah juga harus rutin mempublikasikan data tentang bagaimana perkembangan kopi di Indonesia, dan daerah mana saja yang potensial.

Terkadang, masih banyak petani-petani kopi yang tidak menyadari bahwa produk kopi daerah mereka memiliki exposure yang sangat luar di luar sana.

"Kesadaran ini harus kita bangun bahwa kopi mereka itu memiliki nilai yang sangat tinggi di luar sana. Jadi kenapa tidak teruskan. Tapi memang harus pelan-pelan dan prosesnya cukup panjang," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini