nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Milenial Belum Tertarik ke Museum Bersejarah, Inikah Penyebabnya?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 20:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 09 406 2114858 milenial-belum-tertarik-ke-museum-bersejarah-inikah-penyebabnya-fFKlmeNDyx.jpeg Museum Maritim (Foto: Dimas Andhika/Okezone)

Museum di Indonesia dinilai belum maksimal dalam menarik minat generasi milenial. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Kepala Museum Maritim Indonesia, Tinia Budiati.

Menurutnya, dibanding museum, generasi milenial cenderung menyukai tempat-tempat yang menyuguhkan suasana dan pengalaman baru. Mereka juga menyukai destinasi yang instagramable atau bisa dipakai untuk narsis.

"PR kita yang ahli sejarah dan ahli cagar budaya yaitu, bagaimana memadukan kesukaan anak muda dengan informasi sejarah yang ada di Indonesia," tegas Tinia saat ditemui Okezone di Museum Maritim, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (9/10/2019).

Lebih lanjut, Tinia menjelaskan, pemerintah sudah seharusnya meluncurkan program-program baru dengan konsep yang berbeda. Sehingga ke depannya, para generasi milenial mulai tertarik untuk menyelami nilai-nilai sejarah Indonesia.

Sejauh ini, sebetulnya sudah ada beberapa program yang digelar guna meningkatkan minat wisatawan dalam mengeksplorasi nilai-nilai budaya dan sejarah Nusantara. Salah satunya adalah Pekan Kebudayaan Nasional.

 Ruangan museum

Kendati demikian, Mantan Ketua Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta itu menegaskan bahwa program tersebut masih belum mampu menggaet minat wisatawan milenial untuk mencintai sejarah.

Namun bila bicara secara statitistik, jumlah kunjungan wisatawan ke museum sebetulnya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sayangnya, dari segi kualitas, museum-museum di Indonesia dinilai belum memiliki gebrakan baru untuk memanjakan wisatawan milenial.

"Sekarang kita sudah hidup di era digital, semua informasi ada di gadget, tapi orang akan kembali ingin mengalami experience dengan panca indera mereka, nyentuh batu, nyium bau kayu tua, dan lain-lain," tegas Tinia.

 Ruangan museum

"Milenial itu suka kegiatan di luar ruangan. sekarang bagaimana caranya kita membangun outdoor museum yang bisa menarik perhatian mereka. Fasilitasnya juga harus mendukung," timpalnya.

Tinia kemudian mencontohkan kawasan wisata Kota Tua yang didominasi objek-objek wisata berkonsep museum. Ia mengungkapkan bahwa tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, apalagi di akhir pekan.

Jumlah wisatawan bisa mencapai lebih dari 5.000 kunjungan. Namun menurutnya, Kota Tua hanya cocok digunakan untuk berpromosi. Bila ingin menggaet wisatawan milenial, harus ada atraksi atau tempat yang menawarkan pengalaman baru.

 Ruangan museum

"Jakarta itu ada 6 wilayah. Pemerintah seharusnya bisa bikin 1 paket tur museum. Misalnya di Jakarta Selatan disediakan fasilitas shuttle bus dengan ratu Ragunan sampai Taman Mini. Bangun pula fasilitas baru yang mengusung konsep outdoor. Dengan demikian wisatawan milenial punya banyak pilihan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini