nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Program Bayi Tabung Bisa Tentukan Jenis Kelamin Anak?

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 09:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 09 481 2114590 program-bayi-tabung-bisa-tentukan-jenis-kelamin-anak-tvEu070yNe.jpeg Pogram bayi tabung bisa tentukan jenis kelamin anak? (Foto Sittercity)

PERKEMBANGAN teknologi memberikan sejumlah manfaat ke banyak orang. Salah satunya kepada pasangan suami istri yang telah lama menikah namun tak kunjung mendapatkan keturunan. Mereka bisa mencoba program kehamilan in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung untuk memiliki anak.

Program bayi tabung juga menjadi alternatif bagi pasangan suami istri yang ingin segera memiliki anak setelah menikah. Banyak juga pasangan yang ingin mencoba program kehamilan ini karena menghendaki jenis kelamin tertentu pada anaknya. Tapi apakah hal itu memang bisa dilakukan melalui bayi tabung?

 Bayi tabung

"Sebenarnya bisa saja, tapi di Indonesia ada peraturannya. Pertama, itu diperbolehkan untuk anak kedua. Lalu yang kedua, disarankan sebelum menjadi embrio," jelas ahli embrio, Prof Arief Boediono PhD saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019).

Profesor yang berpraktek di Morula IVF Jakarta itu tidak merinci lebih jauh peraturan pemerintah tentang penentuan jenis kelamin pada bayi tabung. Namun dirinya menekankan bahwa kurang etis untuk mengatur jenis kelamin pada anak pertama.

"Kalau misalnya pada mau perempuan semua kan repot. Makanya disarankan untuk anak kedua," tutur Prof Arief.

Selain itu, penentuan jenis kelamin juga sebaiknya dilakukan sebelum proses pembuahan sel telur dan sperma menjadi embrio. Teknologi yang ada sekarang ini bisa menyeleksi sperma yang hendak digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi.

 Bayi tabung

"Jadi ada metode untuk memilih sperma. Di sperma itu ada kromosom x dan y, kalau sel telur hanya kromosom x. Melalui metode itu dipilih, mana yang x dan mana yang y, baru selanjutnya digunakan untuk fertilisasi sehingga diharapkan embrionya (jenis kelamin) sesuai dengan preferensi," papar Prof Arief.

Pemisahan sperma itu kemudian dikonfirmasi dengan teknologi yang dikenal dengan nama Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A). Melalui teknologi ini, sperma akan melalui pemeriksaan genetik sebelum implantasi. Setelah diketahui hasilnya, baru sperma bisa ditransfer untuk normalitas kromosom dan digunakan pada fertilisasi atau pembuahan.

"Kromosom manusia ada 23. Kromosom yang terakhir menentukan jenis kelamin, dari situ nanti dilihat untuk menentukan jenis kelamin melalui bayi tabung," tandas Prof Arief.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini