nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Risiko Wanita Susah Hamil, Stigma Mandul hingga Kanker Payudara

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 10:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 09 481 2114614 risiko-wanita-susah-hamil-stigma-mandul-hingga-kanker-payudara-OHq76zxf0E.jpg Risiko tinggi kanker payudara (Foto: Shetepeopletv)

WANITA yang sulit hamil kerap dicap mandul oleh lingkungan sosial. Cibiran seperti ini kerap menyayat hati, bahkan melukai hati dan menjadi ketakutan tersendiri bagi beberapa orang.

Upaya maksimal tentu dilakukan untuk bisa hamil, terlebih pada mereka yang masih punya keyakinan bisa menimang anak. Selain usaha, meminta pada Tuhan tentu menjadi hal utama, karena dari Tuhan juga lah anak bisa hadir di dunia. Panggilan mandul kemudian menjadi 'cambuk kecil' untuk bisa tetap berusaha.

Tapi tahukah Anda, selain dihadapi masalah sapaan mandul, khususnya pada perempuan, dia juga mesti tahu fakta ini. Ya, perempuan yang tak memiliki anak berisiko tinggi kanker payudara.

 Kanker payudara

Ahli Onkologi Medik Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menjelaskan, perempuan yang belum pernah menyusui sampai usianya dewasa, tingkat risiko kanker payudaranya tinggi. Hal ini karena hormon estrogennya tertahan di dalam payudara.

Padahal, ketika si perempuan itu menyusui, estrogen yang sudah tidak aktif atau rusak bisa keluar bersamaan dengan ASI. Karena itu, menyusui menjadi penting bagi perempuan. Klik halaman selanjutnya untuk informasi da risiko wanita yang sulit hamil lebih lengkap.

"Mereka yang tidak menyusui anak melewatkan fase ini dan kondisi tersebut meningkatkan risiko kanker payudara," ucap dr Aru pada Okezone saat diwawancarai di kawasan Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/10/2019).

Proses menyusui terbukti mengubah konstruksi payudara dan ini membantu payudara tetap sehat. Ketika perempuan tidak menyusui karena tidak ada anak atau tidak memutuskan memiliki anak, maka dia menjadi faktor risiko kanker payudara.

 ilustrasi menyusui

Di sisi lain, Peneliti Kanker Kalgen Innolab Ahmad R. Utomo punya penjelasan lebih detail mengenai kondisi ini. Menurut penjelasannya, setiap fase pertumbuhan tubuh perempuan, payudara perempuan itu ikut berubah.

Jadi, dalam fase remaja, payudaranya masih bertumbuh. Kemudian dia masuk ke fase dewasa dan menikah lalu hamil, maka di dalam payudarnya itu muncul gen baru yang ikut bertumbuh karena kehamilan.

Nah, yang tadinya besar karena hamil dan proses kelahiran hingga menyusui, payudara akan mengempis kembali saat bayi tak lagi menyusui. Hal ini karena gen yang tadi memenuhi payudara telah terbuang karena proses menyusui selesai.

"Gen tersebut membunuh dirinya sendiri secara masal karena proses menyusui selesai. Makanya, kalau ibu tidak lagi menyusui, payudaranya mengecil," paparnya.

Tahukah Anda jika proses pengempisan kembali payudara setelah sebelumnya besar karena proses hamil adalah upaya tubuh menghancurkan gen rusak yang ada di dalam payudara. Gen jahat yang tidak dikeluarkan payudara saat menyusui itu yang kemudian bermutasi menjadi sel kanker.

"Jadi, ketika dia tidak menyusui, gen jahatnya menetap di payudara dan itu bahaya jika dibiarkan karena akan terus menumpuk dan menjadi pemicu terciptanya sel kanker kemudian hari," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini