nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Payudara Padat Ternyata Berbahaya, Risiko Kanker di Depan Mata!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 11:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 09 481 2114635 punya-payudara-padat-ternyata-berbahaya-risiko-kanker-di-depan-mata-49TR5DdmFh.jpg Payudara padat berisiko tinggi kanker (Foto: Yahoo)

KEBANYAKAN perempuan mungkin akan bangga ketika dia punya payudara yang padat dan kencang. Terlebih dengan ukuran yang cukup besar. Kepercayaan diri dinilai akan meningkat jika memiliki payudara jenis tersebut

Tapi, jika Anda bukan bagian dari perempuan yang memiliki payudara jenis tersebut dan mengimpikan bisa memilikinya, tahan dulu. Sebab, menurut Ahli Onkologi Medik Prof. Dr. dr. Aru W Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, perempuan dengan payudara padat berisiko kena kanker payudara.

Mendengar pernyataan tersebut bisa bikin Anda geleng-geleng atau mengernyitkan dahi. Bagaimana bisa, payudara padat malah dikaitkan dengan kanker payudara?

Kanker payudara

Prof. Aru punya jawabannya. Menurut dia, ini berkaitan dengan struktur payudara padat itu lebih banyak dan ini menjadikan payudara tersebut memiliki lebih banyak sel pembentuk, dibandingkan payudara kecil.

"Payudara padat itu sel yang ada di dalamnya lebih banyak dan jumlah tersebut membuat payudara jenis itu lebih rentan akan kanker payudara. Risiko mutasi gen yang ada di dalam payudara semakin besar kemungkinannya," papar Prof. Aru pada paparannya di kawasan Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/10/2019).

Dia menambahkan, dalam proses pembentukan sel kankernya, payudara secara alami mampu membuang sel yang mati dalam proses menyusui. Itu kenapa menyusui menjadi sangat penting bagi perempuan, karena proses itu mampu meminimkan risiko kanker payudara.

Semakin sedikit sel payudara yang rusak berada di payudara, semakin minim risikonya. Nah, kalau payudara padat, kemungkinannya menjadi kecil karena sekali lagi, jumlah selnya yang lebih banyak dibanding payudara tidak padat.

Pernyataan Prof. Aru pun sejalan dengan penelitian yang sebelumnya telah dilakukan di Amerika Serikat. Dalam laman NHS, dijelaskan kalau ukuran payudara memiliki keterkitan dengan risiko kanker payudara.

Kanker payudara

Para peneliti merekrut 16.175 perempuan (semua pelanggan 23andme - brand bra) dan memetakan genom mereka. Ukuran payudara ditentukan melalui kuesioner online yang mencakup pertanyaan tentang ukuran bra. Kuesioner juga mengumpulkan informasi tentang faktor-faktor yang dapat memengaruhi ukuran payudara yang dilaporkan, termasuk ukuran pita bra, yang digunakan sebagai indikator ukuran tubuh.

Para perempuan dikelompokkan ke dalam 10 kategori berdasarkan ukuran cup bra (mulai dari yang lebih kecil dari AAA hingga lebih besar dari DDD), dan para peneliti mengidentifikasi daerah genom yang terkait dengan perbedaan ukuran payudara. Mereka kemudian membandingkan wilayah genom ini dengan daerah yang diketahui terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Para peneliti melakukan analisis sekunder terhadap 29 variasi genetik yang sebelumnya diketahui berhubungan dengan kanker payudara. Mereka kemudian menentukan apakah mereka juga dikaitkan dengan ukuran payudara pada kelompok studi.

Selama analisis data, para peneliti mengendalikan faktor-faktor pembaur yang mungkin, termasuk usia, keturunan genetik, operasi payudara sebelumnya, kehamilan sebelumnya atau saat ini, status menyusui dan ukuran tubuh

Apa hasil dasarnya?

Para peneliti mengidentifikasi tujuh variasi unik dalam genom wanita yang secara signifikan terkait dengan ukuran payudara. Dua di antaranya juga dikaitkan dengan kanker payudara.

Dalam analisis kedua, para peneliti menemukan bahwa salah satu dari 29 variasi genetik yang terkait dengan kanker payudara memiliki hubungan yang mungkin dengan ukuran payudara, tetapi hubungan ini tidak mencapai signifikansi statistik.

Kesimpulan yang bisa diambil ialah studi ini menunjukkan, ada variasi genetik yang terkait dengan ukuran payudara dan kanker payudara. Namun, karena masih sangat minim informasi, peneliti masih belum dapat menekankan dengan pasti bahwa ukuran payudara yang lebih besar meningkatkan risiko wanita terkena kanker payudara.

Studi asosiasi genome dapat berguna dalam mengidentifikasi faktor genetik yang mungkin berperan dalam apakah seseorang mengembangkan suatu kondisi atau tidak. Jenis studi ini hanya merupakan langkah awal, namun, dan penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk mengkonfirmasi mekanisme biologis yang masuk akal untuk hubungan antara varian genetik dan pengembangan sifat tertentu. Tidak hanya itu, studi lebih lanjut juga diperlukan untuk bekerja jika hubungan ini diterjemahkan menjadi peningkatan dalam kasus di antara individu dengan variasi.

Apa hasil dasarnya?

Para peneliti mengidentifikasi tujuh variasi unik dalam genom wanita yang secara signifikan terkait dengan ukuran payudara. Dua di antaranya juga dikaitkan dengan kanker payudara.

Dalam analisis kedua, para peneliti menemukan bahwa salah satu dari 29 variasi genetik yang terkait dengan kanker payudara memiliki hubungan yang mungkin dengan ukuran payudara, tetapi hubungan ini tidak mencapai signifikansi statistik.

Kesimpulan yang bisa diambil ialah studi ini menunjukkan, ada variasi genetik yang terkait dengan ukuran payudara dan kanker payudara. Namun, karena masih sangat minim informasi, peneliti masih belum dapat menekankan dengan pasti bahwa ukuran payudara yang lebih besar meningkatkan risiko wanita terkena kanker payudara.

Studi asosiasi genome dapat berguna dalam mengidentifikasi faktor genetik yang mungkin berperan dalam apakah seseorang mengembangkan suatu kondisi atau tidak. Jenis studi ini hanya merupakan langkah awal, namun, dan penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk mengkonfirmasi mekanisme biologis yang masuk akal untuk hubungan antara varian genetik dan pengembangan sifat tertentu. Tidak hanya itu, studi lebih lanjut juga diperlukan untuk bekerja jika hubungan ini diterjemahkan menjadi peningkatan dalam kasus di antara individu dengan variasi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini