nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Tukang Ojek Bonceng Hantu Merah UI, Jangan Baca Sendirian!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 00:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 09 612 2114921 kisah-tukang-ojek-bonceng-hantu-merah-ui-jangan-baca-sendirian-MYlLzZDBYd.jfif Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Sampai sekarang, legenda hantu merah di Universitas Indonesia (UI) masih santer terdengar. Keberadaan Hantu Merah pun masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan sampai sekarang.

Beberapa menjelaskan, Hantu Merah adalah wujud dari Kuntilanak Merah. Sementara itu, yang lainnya menerangkan, Hantu Merah adalah hantu berwujud perempuan yang mengenakan pakaian merah atau tubuhnya berlumur darah.

Entah makna mana yang paling tepat, yang jelas hantu ini seperti punya ruang tersendiri di Universitas Indonesia. Hantu ini bahkan identik dengan UI dan hanya ditemukan di UI saja.

Lokasi keberadaannya pun simpang siur. Ada yang bilang di Pull Bis Kuning (Bikun), ada juga yang bilang di Menara Air UI. Namun, satu yang jelas, Hantu Merah hanya berkeliaran di Universitas Indonesia.

 Hantu di rumah

Keberadaan sososk Hantu Merah pun dibuktikan oleh kisah driver ojek ini. Mengacu pada hasil wawancara Alumni Antopologi Universitas Indonesia Iskandarsyah dalam skripsinya yang berjudul 'Hantu Merah: Melihat Konstruksi Budaya dan Telaah Fungsi dalam Memaknai Cerita Legenda Alam Gaib Kampus UI', berikut pengalaman si driver melihat Hantu Merah.

Di kisah Hantu Merah ini, driver ojol bernama Bambang. Dia memang sering 'nongkrong' dan ambil orderan dari Universitas Indonesia. Kebetulan, di momen itu, dia dapat di sekitaran Menara Air UI yang notabene jauh dari mana-mana.

Lokasi Menara Air terbilang cukup lembap dan banyak ditumbuhi pepohonan besar. Di area Menara Air, tidak banyak mahasiswa yang 'nunggu' ojek sebetulnya, tapi di sore itu Bambang dapat orderan di sana.

Tanpa ada pikiran macam-macam, dia ambil orderan tersebut dan tancap gas menuju titik penjemputan. Saat tiba di lokasi, pelanggannya ternyata perempuan.

Tidak ada yang aneh dari tampilan perempuan ini. Menurut penjelasan Bambang, perempuan ini layaknya mahasiswi kebanyakan.

"Mau kemana, dek?" tanya Bambang. Pertanyaan yang normal ditanyakan tukang ojek pada calon penumpangnya. Dengan suara lembut, si perempuan menjawab, "Ke Kelapa Dua, bang."

Tidak ada pikiran macam-macam, Bambang bersikap biasa saja. Waktu menunjukkan pukul 6 sore kurang. Sudah mau masuk Maghrib. Motor pun melaju dengan santai.

Sampai akhirnya Maghrib datang. Di momen itu, Bambang merasa ada yang aneh, motornya terasa lebih enteng dari sebelumnya. Dia merasa seperti ada beban yang hilang. Benar saja, saat dia melihat ke spion motor, sosok perempuan berkoas merah tersebut telah hilang.

Sejenak Bambang bingung tak bisa berbuat apa-apa. Dia yang seharusnya mengantar perempuan ke Kelapa Dua, Depok, malah dibuat 'linglung' karena sosok tersebut telah hilang begitu saja.

"Saya sih mikirnya, mungkin saya sedang banyak pikiran dan capek, makanya muncul hal tersebut. Tapi, saya benar melihat dan memboncengi perempuan berbaju merah itu," papar Bambang di dalam keterangan hasil wawancara informan.

Setelah kejadian itu, Bambang putar balik kembali ke Universitas Indonesia. Dia mesti mencari uang dari penumpang lain. Selama perjalanan balik, Bambang mengaku hanya bingung. Tidak percaya kalau dia baru saja mengalami kejadian yang 'menyeramkan'.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini