nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Desainer Muda Indonesia Tampil di Paris Fashion Week 2019, Bawa Batik Zero Waste!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 17:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 10 194 2115296 cerita-desainer-muda-indonesia-tampil-di-paris-fashion-week-2019-bawa-batik-zero-waste-Yk1OfcY76n.jpeg Cerita Rizka Riani tampil di Paris Fashion Week 2019 (Foto : Sukardi/Okezone)

Sebuah capaian yang luar biasa bagi Rizka Riani Putri bisa tampil di salah satu pagelaran fashion terbesar dunia, Paris Fashion Week 2019. Masih terbilang sangat muda di industri mode ternyata tak mengendurkan nyalinya untuk unjuk gigi, bersanding dengan desainer dunia lainnya.

Ya, Rizka menjadi salah satu desainer Indonesia yang menampilkan koleksi buatannya di Paris Fashion Week 2019. Rizka coba menceritakan bagaimana dirinya bisa terlibat dalam acara tersebut dan koleksi seperti apa yang dia bawa ke Paris, Prancis kala itu.

Pada Okezone, Rizka menjelaskan, dirinya tampil di Paris Fashion Week 2019 di hari ketiga pagelaran tersebut dihelat, tepatnya pada 25 September 2019. Bertempat di The Westin Paris, Rizka menampilkan 8 looks dari koleksinya yang bertajuk 'Tatuka'.

rizka desainer

Pengalaman luar biasa itu dimulai saat pihak sekolah fashionnya, Paris de la Mode, Tangerang, menghubungi dia untuk ikut andil dalam Paris Fashion Week 2019. Menurut Rizka, kesempatan itu adalah sesuatu yang sayang untuk dilewatkan, terlebih di momen itu dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk merilis brand-nya sendiri yang dinamakan 'Rashika'.

"Jadi, kemarin itu aku baru aja wisuda Juli 2019. Aku dihubungi Fashion Division Paris de la Mode buat show di Paris Fashion Week 2019 dan pas banget di momen itu aku nunggu event yang tepat untuk launching brand pertama aku," katanya pada Okezone di Paris de la Mode Fashion School, Gading Serpong, Tangerang, Kamis (10/10/2019).

Di Paris Fashion Week 2019 kemarin, Rizka menjelaskan kalau dirinya membawa jati diri Minang sekaligus Indonesia dengan batiknya. Jadi, dengan DNA Minang di koleksi ini, Rizka ingin memberitahu pada dunia kalau perempuan bisa menjadi apapun yang dia mau tanpa ada batasan.

Terlebih, di tanah Minang itu perempuan memiliki kekuasana khusus. Dia mengatur keluarga dan dia juga yang menghendaki keluarga itu mau seperti apa. Cerita ini dia angkat dan respons-nya luar biasa.

Kemudian terkait dengan batik, Rizka menambahkan, karena sekarang ini desainer kebanyakan memberi perhatian pada sustainable fashion, dirinya pun ingin berkontribusi dengan membuat batik zero waste. Jadi, koleksinya itu dibuat dengan tanpa pewarna kimia. Semuanya eco-print batik dan dari bahan alami.

Karya Desainer

"Jadi, pewarna batiknya kita buat dari salah satunya adalah tanah liat. Ke depannya, aku lagi coba mengembangkan batik yang pewarnanya terbuat dari tebu. Ini juga bakal jadi identitas koleksi aku yang zero waste," sambung Rizka.

Mengetahui hal tersebut, berdasar penuturan Rizka, banyak kemudian pencinta fashion di Paris yang tertarik untuk memiliki koleksi batiknya itu. Kebanyakan memang dari pihak Kedubes RI di Paris. "Bahkan, ada yang minta 50 pieces," singkatnya.

Keterlibatan sekolah fashion di ajang Paris Fashion Week 2019

Tidak bisa dipungkiri, keterlibatan sekolah fashion dalam karier muridnya di kancang dunia itu patut digarisbawahi. Rizka mendapatkan kesempatan itu karena adanya hubungan baik antara Paris de la Mode Fashion School tempat dia bernaung dengan pihak penyelenggara Paris Fashion Week.

Hal ini dibenarkan Principal Paris de la Mode Fashion School Hesty Mauren. Dalam penjelasannya, pihak sekolah melalui Fashion Division memiliki hubungan yang baik dengan Paris Fashion Week dan karena itu, pihaknya mengirimkan desainer muda Indonesia ke ajang skala Internasional tersebut.

hesty mauren

Memang tidak sembarang desainer bisa ikut unjuk gigi di Paris Fashion Week. Ada kriteria khusus yang diminta pihak penyelenggara. "Ya, memang ada kriteria khusus yang diminta Paris, tapi selain itu, kita juga memilih desainer yang memang siap untuk tampil di luar negeri, apalagi Paris Fashion Week. Bukan hanya soal budget, tapi juga mental," papar Hesty di momen yang sama.

Pihak sekolah meyakini, dengan wadah yang berkualitas, bakat-bakat desainer muda Indonesia bisa 'terlihat' dunia dan ini tentu menjadi hal positif bagi bangsa Indonesia, khususnya di bidang fashion. Hesti berharap, ke depannya semakin banyak desainer Indonesia yang bisa tampil di luar negeri.

"Terpenting, dia berada di wadah yang tepat yaitu sekolah fashion. Sebab, ketika seseorang punya ide tapi tidak punya teknik, maka tidak akan bisa idenya jadi sebuah karya yang baik," tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini