nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Afo, Cengkeh Tertua di Dunia Berusia 416 Tahun

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2019 02:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 10 298 2115394 mengenal-afo-cengkeh-tertua-di-dunia-berusia-416-tahun-6ALZCkKzGV.JPG Ilustrasi cengkih (Foto: Utami Riyani/Okezone)

Sebagai penghasil bumbu rempah-rempah terbesar di dunia, Indonesia memiliki beragam varietas rempah dengan keunikannya masing-masing. Salah satunya adalah Cengkih Afo asal Maluku Utara.

Keunikan Cengkih Afo sendiri terletak pada rekam sejarahnya yang sangat menarik. Cengkih ini diklaim sebagai jenis cengkih tertua di dunia. Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Kris Syamsyudin dari Dinas Pariwisata Maluku Utara.

 Rempah-rempah

(Foto: cocomarasabessy/Instagram)

"Kenapa bisa dibilang cengkih tertua? Karena pada zaman dulu, Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) sengaja menebang dan membumihanguskan lahan Cengkih Afo agar tidak dimonopoli oleh bangsa lain," tutur Kris Syamsyudin saat ditemui Okezone dalam acara Pekan Budaya Nasional 2019, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Oktober 2019.

Kris mengatakan, saat ini, jumlah Cengkih Afo hanya tersisa 3 pohon dan memasuki generasi ketiga, meski kini sudah banyak 'anakannya'. Usianya pun sudah mencapai ratusan tahun.

Menurut laporan BBC, pohon Cengkih Afo paling tua sudah menginjak usia 416 tahun, diikuti kedua pohon lainnya yang masing-masing berusia 260 tahun dan 203 tahun.

Lokasi pohon Cengkih Afo sendiri hanya bisa ditemui di Gunung Gamalama, Maluku Utara. Kris menuturkan bahwa pihaknya kini sedang kesulitan untuk membudidayakan jenis cengkih tersebut.

Namun berkat dukungan dari pemerintah dan penduduk setempat, kini di kawasan Gunung Gamalama sudah dibangun eko wisata. Setiap elemen masyarakat memiliki peranan masing-masing.

Rempah-rempah

(Foto: cengkehafoandgamalamaspices/Instagram)

Dengan konsep seperti ini, lambat laun perekonomian lokal mulai mengalami peningkatan. Bahkan, dalam dua tahun terkahir, sudah ada 35 ribu wisatawan yang berkesempatan mengunjungi destinasi unik ini.

"Kita buat saung-saung dan di sana kita berikan edukasi langsung dari masyarakat setempat untuk wisatawan ataupun anak sekolah setempat, kurang lebih ada 31 perempuan yang bekerja mengenalkan cengkih tersebut," jelas Kris.

Lantas apa keistimewaan Cengkih Afo dengan jenis cengkih lainnya? Kris mengatakan bahwa dari segi rasa dan aroma, cengkih ini memang menyuguhkan aroma yang lebih kuat.

Namun sayangnya, jumlah produksi Cengkih Afo tidak terlalu banyak mengingat populasi pohonnya yang bisa dihitung dengan jari.

"Harganya sama saja Rp60 ribu - Rp70 ribu per kg. Tapi tantangannya, pohon ini sulit berubah ketika musim hujan. Baru tahun ini buahnya banyak," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini