nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yuk Belajar Membatik di Pekan Kebudayaan Nasional, Gratis Loh

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 15:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 12 194 2116102 yuk-belajar-membatik-di-pekan-kebudayaan-indonesia-gratis-loh-vcSuJl5nFN.jpg Batik di PKN. (Foto: Okezone)

SEDARI dini, anak-anak memang perlu diperkenalkan pada kebudayaan Indonesia. Tujuannya untuk tetap melestarikan kebudayaan tersebut. Salah satu kebudayaan yang perlu dikenalkan adalah warisan Nusantara (wastra) berupa kain-kain tradisional.

Cara untuk mengenalkan warisan Nusantara (wastra) cukup beragam, contohnya mengajak anak untuk mengunjungi pameran. Kebetulan Museum Tekstil Jakarta bersama Himpunan Wastraprema dan Rumah Wastra Jo Seda tengah mengisi pameran Pesona Wastra Indonesia di Pekan Kebudayaan Nasional 2019.

Bertempat di Istora Senayan, Jakarta, pameran yang berlangsung sejak 7-13 Oktober 2019 itu memperlihatkan berbagai macam wastra di Indonesia yang memiliki banyak teknik pembuatan. Mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit.

Indonesia yang memiliki banyak teknik pembuatan. Mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit.

Dalam pameran ini, pengunjung juga bisa melihat wastra yang terbuat dari kulit kayu, teknik tenun sederhana, tenun ikat, lungsi ikat, dan pakan, ikat ganda, tenun pakan tambahan atau lungsi tambahan, tapestri, jumputan dan tritik, batik, serta sulaman dan aplikasi

Salah satu yang menjadi sorotan dalam pameran itu adalah wastra kulit kayu. Dahulu kala, masyarakat Indonesia menggunakan kulit kayu sebagai bahan untuk menghasilkan selembar kain (wastra).

Kulit kayu tersebut, kemudian diwarnai dengan pewarna alami. Contoh warna merah yang dihasilkan dari ekstrak akar mengkudu (Morinda Citrifiol), kayu secang, atau sappan (Caesalpnia sappan).

"Mungkin munculnya wastra kulit kayu bersamaan dengan kain. Tapi yang lebih dikenal lebih dulu adalah wastra kulit kayu untuk dibuat pakaian. Adanya di Sulawesi Tengah, Kalimantan," ujar Rahmadi Widodo dari Museum Tekstil Jakarta bagian Konservasi Tekstil saat berbincang kepada Okezone.

Selain memperlihatkan koleksi wastra, pengunjung juga dapat mengikuti workshop membatik.

Selain memperlihatkan koleksi wastra, pengunjung juga dapat mengikuti workshop membatik. Pengunjung akan diberikan selembar kain berukuran kecil yang sudah digambar motif batik. Mereka kemudian mewarnai gambar tersebut menggunakan canting.

"Pameran ini adalah sebagai wadah edukasi untuk masyarakat mengenal wastra. Kami juga mengadirkan workshop membatik sebagai bagian dari pameran untuk kegiatan interaktif dengan pengunjung. Workshop ini tujuannya mengenalkan cara membatik dengan benar dan sederhana," jelas Rahmadi.

Pada pameran tersebut kurang lebih ada 30 wastra yang bisa dilihat oleh pengunjung. Ada pula papan deskripsi yang menjelaskan tentang wastra. Dengan begitu pengunjung bisa mengenal wastra Indonesia dari motif sederhana hingga yang motifnya paling rumit.

"Selain itu, bagi pengunjung yang belum mengenal wastra, dengan melihat pameran ini diharapkan bisa mencintai dan memakainya sebagai bentuk apresiasi terhadap wastra Indonesia," pungkas Rahmadi.

Dengan begitu pengunjung bisa mengenal wastra Indonesia dari motif sederhana hingga yang motifnya paling rumit.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini