nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sayur Babanci, Kuliner Ikonik Betawi yang Konon Jadi Favorit Waria

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 20:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 12 298 2116149 sayur-babanci-kuliner-ikonik-betawi-yang-konon-jadi-favorit-waria-dT1HpqiSEK.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

LUPAKAN soto tangkar, bir pletok, dan nasi uduk, Betawi ternyata punya satu kuliner paling ikonik yang kini mulai langka yakni, sayur babanci atau ketupat babanci.

Menurut penuturan Fajar Ayuningsih, salah satu anggota Tim Akademi Kuliner Indonesia, kelangkaan Sayur Babanci ini disebabkan karena bahan dan rempah-rempahnya sudah sulit ditemukan di Jakarta. Setidaknya diperlukan 21 jenis bahan, bumbu, dan rempah untuk membuat sayur babanci.

Beberapa rempah yang termasuk dalam kategori langka antara lain, kedaung, botor, tai angin, lempuyang, temu mangga, temu kunci, dan bangle. Setiap rempah memang menghasilkan cita rasa yang sangat khas, seperti tai angin yang ampun menambah sensasi rasa gurih pada kuahnya.

Tai angin merupakan tanaman semacam lumut yang banyak digunakan pada olahan jamu. Konon katanya, tanaman ini memiliki khasiat ampuh untuk mengatasi kembung dan masih banyak lagi.

Konon katanya, tanaman ini memiliki khasiat ampuh untuk mengatasi kembung dan masih banyak lagi.

"Kalau untuk membuat babanci, tai angin biasanya disangrai, lalu ditumbuk, baru dimasukkan ke dalam kuah untuk membuat rasanya semakin gurih. Proses pengolahannya sama lah seperti kedaung dan botor. Sayangnya, ketiga bumbu ini sudah mulai langka," tutur Fajar Ayuningsih, saat ditemui Okezone di Pekan Kebudayaan Nasional, Istora Senayan, Jakarta.

Fajar menambahkan, karena kelangkaannya itulah warga Betawi hanya menyajikan sayur ini pada hari-hari besar keagamaan sebagai menu keluarga, seperti buka puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha.

Sejarah Sayur Babanci

Hasil rangkuman Okezone dari berbagai sumber, Sabtu (12/10/2019), nama sayur babanci sebetulnya tidak jelas dari mana asal usul dan jenisnya. Bahkan bila ditilik lebih dalam, makanan ini tidak bisa dikategorikan sebagai sayur karena tidak ada campuran sayur sama sekali.

Konon, nama babanci diambil dari “perilaku” sayur ini yang tidak jelas kelaminnya alias banci, gulai tidak, kare tidak, soto juga tidak. Beberapa orang juga meyakini bahwa nama babanci diambil dari perpaduan antara babah dan enci yang disinyalir makanan ini dulunya dibuat oleh para peranakan Betawi-Tionghoa.

 Santer beredar kabar bahwa makanan ini adalah kudapan favorit para waria atau banci.

Seperti kuliner Betawi pada umumnya, sayur babanci juga mencermikan karakter masyarakat Betawi yang jenaka dan nyeleneh. Santer beredar kabar bahwa makanan ini adalah kudapan favorit para waria atau banci.

Namun menurut sejarah, sayur babanci digadang-gadang termasuk makanan mewah karena hanya dari golongan mandor dan tuan tanah saja yang bisa menghadirkan makanan ini pada hari raya.

Bicara soal rasa, makanan ini mirip seperti gulai, dan sangat dominan di aroma dan rasa rempahnya yang kuat. Sedangkan daging yang digunakan dalam sayur babanci adalah bagian kepala sapi terutama pipinya, tetapi tidak termasuk lidah, otak, dan cingur.

Proses pengolahannya pun tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan keahlian khusus untuk membuat sayur babanci sehingga rasanya betul-betul sempurna.

Selain harus memberikan ramuan bumbu yang pas, juga membutuhkan kesabaran dalam pembuatannya. Mulai dari meracik bumbu, memotong-motong daging kepala sapi, mengerok isi kelapa muda, hingga merebus daging kepala sapi itu sendiri yang memakan waktu hingga empat jam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini