nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mitos atau Fakta, Wanita Usia Tua Lebih Rentan Keguguran?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 13 Oktober 2019 02:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 13 481 2116202 mitos-atau-fakta-wanita-usia-tua-lebih-rentan-keguguran-5eIxaP4FZx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETIAP pasangan pasti berharap memiliki keturunan, namun tidak semua beruntung menikah cepat. Usia menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi tingkat keberhasilan seorang wanita untuk hamil.

Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp. OG mengatakan bahwa usia ideal untuk hamil adalah pada masa produktif atau golden period yakni, antara usia 20-30 tahun. Sementara wanita dengan usia di atas 38 tahun diklaim cenderung lebih rentan keguguran.

“Sebetulnya tidak ada patokan khusus usia terbaik untuk mendapatkan kehamilan. Namun perlu diingat, kesuburan seorang wanita akan menurun seiring bertambahnya usia. Idealnya memang di usia 20-30 tahun. Di atas usia itu tetap bisa hamil namun dengan sejumlah risiko dan komplikasi,” ungkap dr. Taufik Jamaan saat dihubungi Okezone.

Taufik pun tidak memungkiri bahwa seorang wanita yang hamil di usia tua cenderung lebih rentan keguguran karena sejumlah faktor. Salah satunya adalah kelainan kromosom. Lebih dari 50% wanita yang usianya di atas 38 tahun mengalami kelainan kromosom.

Lebih dari 50% wanita yang usianya di atas 38 tahun mengalami kelainan kromosom.

Hal ini tentunya akan mempengaruhi kualitas serta kemampuan embrio untuk menempel di dinding rahim. Tidak hanya itu, dalam beberapa kasus, faktor kekentalan darah juga menjadi penyebab utama terjadinya keguguran.

“Ada banyak kasus orang-orang dengan darah kental mengalami keguguran. Penyebabnya karena suplai darah ke janin menjadi kurang baik. Sehingga janin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Faktor lainnya adalah kualitas hormon yang sudah menurun. Jadi perkembangan janin tidak bisa berjalan dengan sempurna,” ungkapnya.

Selain rentan keguguran, dr. Taufik menjelaskan bahwa wanita yang hamil di usia tua juga memiliki risiko lahir prematur, berat badan rendah, atau lahir cacat. Sementara ibunya sendiri lebih berisiko mengalami komplikasi tekanan darah tinggi, diabetes, hingga masalah pada plasenta.

Namun, bukan berarti mereka tidak bisa melahirkan bayi yang normal dan sehat. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko keguguran. Dimulai dari menjaga asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, minimalkan stres, hindari asap rokok, dan banyaklah beristirahat.

Dimulai dari menjaga asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, minimalkan stres, hindari asap rokok,

“Bila pada usia kehamilan 3-5 bulan terjadi kontraksi, flek, atau gangguan lainnya, sebaiknya perbanyak istirahat dan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas yang berat," kata dia.

"Periksalah kandungan secara teratur, dan konsumsilah banyak vitamin karena di usia tersebut wanita sudah kekurangan vitamin. Bisa minum susu khusus hamil sebagai alternatifnya,” tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini