nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Tanpa Bra Sedunia, Benarkah Penggunaan Bra Bisa Sebabkan Kanker Payudara?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 13 Oktober 2019 15:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 13 481 2116336 hari-tanpa-bra-sedunia-benarkah-penggunaan-bra-bisa-sebabkan-kanker-payudara-sJA4XLyZgk.jpg

Tanggal 13 Oktober diperingati sebagai Hari Tanpa Bra atau yang biasa disebut No Bra Day. Menurut beberapa sumber, peringatan Hari Tanpa Bra mulai dirayakan sejak 13 Oktober 2011.

Tujuan merayakan Hari Tanpa Bra ialah sebagai bentuk kepedulian terhadap kanker payudara dan peringatan ini juga diharapkan dapat memberi pemahaman lebih pada masyarakat, khususnya perempuan untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kanker payudara yang dikatakan bisa disebabkan akibat pemakaian bra.

Persepsi ini berkembang luas di masyarakat. Beberapa perempuan bahkan memutuskan untuk tidak pernah menggunakan bra. Sebut saja Duo Semangka, dua perempuan yang tergabung dalam group dangdut ini diketahui tak suka pakai bra. Di luar negeri, ada keluarga Kardashian dan Jenner.

 Perempuan tidak pakai bra

Tapi, apakah benar penggunaan bra dikaitkan dengan kanker payudara?

Menurut laman Breastcancernow.org, underwire bra tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Sebetulnya, anggapan bra dapat mengakibatkan kanker payudara ini mencuat karena kawat yang terselip di bra mengganggu tekstur payudara. Kawat itu membatasi aliran cairan getah bening dan menyebabkan racun menumpuk di daerah payudara.

Tapi, anggapan tersebut tidak terbukti secara ilmiah. Sampai sekarang, belum ada penelitian yang jelas membuktikan terkait dengan anggapan tersebut.

 Perempuan

Meski begitu, saran untuk tidak mengenakan bra terlalu kencang atau kekecilan perlu diperhatikan. Sebab, kawat yang membentuk bra dapat 'menusuk' payudara Anda dan akhirnya menyebabkan rasa tidak nyaman, sakit, atau bengkak.

Selain bra, anggapan penyebab kanker payudara lainnya ialah penggunaan deodoran. Tapi, apakah ini mitos atau fakta?

Informasi yang tepat ialah anggapan itu mitos! Menggunakan deodoran atau antiperspirant tidak menyebabkan kanker payudara. Klaim bahwa deodoran atau antiperspiran meningkatkan risiko kanker payudara telah ada selama beberapa tahun. Beberapa orang juga mengklaim bahwa aluminium dalam antiperspirant dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

Namun, tidak ada bukti yang meyakinkan tentang hubungan antara kanker payudara dan deodoran, antiperspiran, atau bahan-bahannya.

Tidak hanya itu, beberapa orang pun beranggapan kalau stres menyebabkan kanker payudara. Pernyataan ini diragukan kebenarannya. Tidak ada bukti konklusif bahwa stres meningkatkan risiko kanker payudara.

Sejumlah penelitian telah melihat hubungan antara stres dan kanker payudara, tetapi tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan hubungan yang jelas. Stres dapat dikaitkan dengan peningkatan perilaku gaya hidup lainnya, seperti menjadi kurang aktif atau minum alkohol, yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini