nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Anak Muda Diminta Lebih Paham Isu Lingkungan

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Minggu 13 Oktober 2019 23:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 13 481 2116446 kualitas-udara-jakarta-buruk-anak-muda-diminta-lebih-paham-isu-lingkungan-T3yfxPeyGn.jpg Udara Jakarta (Foto: Okezone)

Kualitas udara Jakarta dalam beberapa bulan terakhir diketahui sangat buruk. Berdasarkan data dari Airvisual, pada Senin, 7 Oktober lalu, Jakarta masih bertengger di peringkat keempat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Menghadapi kondisi iklim yang buruk, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, afiliasi dari The Nature Convervancy berkolaborasi dengan Tony Wenas, WOLFTANK dalam acara "I Like Monday, I Like Nature: Music for Conservation" di Hard Rock Cafe pada 28 Oktober mendatang.

Melalui acara tersebut, Head of Nature & People Partnership YKAN, Sally Kailola berharap anak-anak muda lebih mudah dijangkau untuk menumbuhkan kesadaran mereka pada lingkungan yang sehat.

Udara di perkotaan

"Kualitas udara Jakarta dalam beberapa minggu terakhir ini menunjukkan tidak sehat, tidak baik untukk kelompok rentan tertentu seperti bayi dan lansia. Kita berada di dalam situasi seperti itu, sadar atau tidak. Kita ingin menyadarkan kepada banyak orang bahwa itu tidak sehat," terang Sally saat ditemui dalam konferensi pers dan Meet & Greet dengan WOLFTANK di Jakarta baru-baru ini.

Menurut Sally, saat ini kita tengah menghadapi tantangan krisis iklim terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Laju pemanasan global kian cepat akibat pelepasan emisi gas rumah kaca yang terus berlangsung. Tantangan ini tidak hanya dirasakan oleh warga di daerah-daerah pelosok saja, namun juga warga perkotaan.

"Kita selalu belajar tentang kekayaan alam Indonesia, tapi kita kurang belajar tentang kerusakannya. Mengapa itu rusak dan kenapa kita kehilangan banyak hal, bukan hanya hutan dan oksigen, tapi juga kekayaan alam kita ada hewannya, tanamannya," lanjut Sally.

Perempuan berdiri

Untuk menjangkau anak-anak muda perkotaan, YKAN juga memiliki program Conservation Talk yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mereka akan kerusakan lingkungan. Program ini dilakukan di mal-mal hingga sekolah.

"Conservation Talk hanya satu jam, tidak cukup, tapi kita melakukan dengan cara yang beragam. Sehingga orang lihat ini mengetahui bahwa saya bagian dari permasalahan ini dan saya bisa melakukan sesutau untuk mengubah ini. Dan anak muda dalah target yang sangat kita perhatikan," jelas perempuan yang akrab disapa Usi Sally ini.

Ia menambahkan, sebenarnya kesadaran warga perkotaan akan isu lingkungan ini sudah cukup bagus. Hanya saja mereka melakukan aksinya dalam bentuk yang beragam, salah satunya adalah pergi berlibur mencari destinasi yang alami dan menyediakan udara segar.

Di sisi lain, hal ini cukup memprihantikan karena artinya warga perkotaan sangat merindukan udara bersih dan suasana alam yang asri.

"Ini merupakan pola kehidupan yang menyedihkan. Karena bagi kami, alam hak bagi semua orang, perkotaan dan alam mestinya tidak terpisahkan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini