nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hobi Ciptakan Fashion? Jangan Cuma untuk Diri Sendiri Dong!

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 22:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 14 612 2116898 hobi-ciptakan-fashion-jangan-cuma-untuk-diri-sendiri-dong-ZWOIZtrlPJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SIAPA bilang hobi yang kita lakukan hanya untuk menghilangkan stres dan menghibur diri. Sebuah hobi, jika dilakukan dengan tekun ternyata bisa mendatangkan cuan loh.

Hal inilah yang dilakukan oleh Laras Anggraini, yang punya hobi membuat pola-pola unik pada busananya. Mencoba memberanikan diri, dia dan seorang sahabatnya yang memiliki hobi sama, memberanikan diri untuk membangun bisnis di bidang fashion.

Dia pun memulai menjajakan produk tas, baju, hingga sepatu yang dibuat dengan desain kekinian, sehingga semakin dikenal banyak kalangan. Langkah yang cukup berani, mengingat di kalangan keluarganya tak ada satu anggota keluarga yang berbisnis.

"Saya tidak menyangka kalau berdagang ini jadi profesi utama. Karena 7 turunan saya enggak ada yang jadi pedagang, mereka rata-rata kerja di BUMN atau Bank," katanya di Jakarta.

Langkah yang cukup berani, mengingat di kalangan keluarganya tak ada satu anggota keluarga yang berbisnis

Meski demikian, Smitten by Pattern milik Laras dan sahabatnya tetap bisa membesar. Bahkan dia pun memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya demi membesarkan brand miliknya tersebut.

"Tahun 2017 saya dan sahabat baru lulus, menjadi pekerja kantoran. Dari SMP kami memang suka desain, suka ilustrasi. Tapi itu jadi pajangan saja," ucapnya.

DNA fashion yang diusung Laras pun terbilang unik, dengan pola cheerful seperti motif dedaunan, bunga, burung-burung, serta pattern lainnya menggemaskan. Belum lagi warna-warna yang dipilih pun sangat eye catching seperti warna merah, hijau, kuning, oranye, serta warna-warna pastel yang kekinian.

Karena hanya punya modal kecil, dan produknya cuma disukai oleh orang-orang segmented, pertama kalinya Laras hanya memasarkan produknya di media sosial.

Tahun 2018, Laras yang ingin melebarkan sayapnya mulai masuk ke jejaring e-commerce. Tak ada persiapan apapun, Laras mulai mencoba-coba sebuah situs belanja online.

Masuk ke marketplace pun membuat pendapatannya meningkat tajam. Setelah 6 bulan dia berjualan online, dia pun resmi melepaskan pekerjaan utamanya dan fokus mengembangkan bisnisnya. Terlebih, ketertarikannya dengan dunia fashion yang kian diminati oleh kalangan milenial.

 Terlebih, ketertarikannya dengan dunia fashion yang kian diminati oleh kalangan milenial.

"Setahun berbisnis serius lewat online, banyak yang saya rasakan. Mulai dari produk awareness, marketnya segmented, tadinya hanya orang-orang yang tahu fashion saja beli produk saya, penjualannya besar di Jabodetabek," kata dia.

"Nah pas masuk, banyak ibu-ibu, bapak-bapak yang cari kado buat istrinya, sehingga pasarnya lebih luas," tuturnya.

Laras pun kini bisa membuka lapangan pekerjaan baru dalam bisnisnya. Karena yang tadinya cuma mendirikan bisnis berdua, mereka sekarang punya tim beranggotakan 6 orang.

"Itu semua perempuan, dua di antaranya punya anak, lalu dua orang lainnya fresh graduate. Sehingga di situ membuktikan bisnis saya berkembang, yang awalnya bisnis di rumahan, di kamar 2x3, sekarang udah punya kantor," ungkap Laras.

Co-Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya pun berbagi kunci sukses memulai berbisnis lewat e-commerce. Khususnya buat para perempuan yang mencintai dunia fashion.

"Kunci usaha bisnis di e-commerce agar sukses itu butuh konsistensi. Jangan merasa bersaing, positif thinking, serta optimis. Lama-lama pasti bisa sukses ke depannya, karena ini sangat menjanjikan," pungkas William.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini