nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Modern Hadapi Masalah Baru Mom Shaming, Kebanyakan Malah dari Keluarga!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 19:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 15 196 2117283 ibu-modern-hadapi-masalah-baru-mom-shaming-kebanyakan-malah-dari-keluarga-Uob7veA971.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MASALAH yang dihadapi ibu pasca-melahirkan bukan lagi menyoal baby blues, tetapi mom modern juga dihadapkan pada mom shaming yang ternyata berdampak pada kesehatan mental. Hal ini bahkan bisa menyebabkan stres yang membahayakan keluarga.

Ya, mom shaming menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian khusus. Tindakan mom shaming ini kerap dilontarkan dari teman-teman atau keluarga. Bahkan, di zaman modern ini, mom shaming juga dialami di ranah media sosial, banyak netizen yang mengolok-ngolok si ibu, bisa karena fisik atau juga cara mengasuh anak.

Hal ini menjadi perhatian Psikolog Dessy Ilsanty, M.Psi, banyak orang sekaraang seperti ikut campur dalam kehidupan orang lain. Pada kasus tertentu, mom shaming ini biasanya datang dalam bentuk komentar cara si ibu mengasuh anak.

"Jadi, misalnya itu si ibu terlihat tidak memberi ASI ke anaknya lalu ada orang lain mengomentari. Atau si ibu yang memilih anaknya diasuh baby sitter," ungkap Dessy dalam acara Kampanye Anti Mom Shaming by Hallobumil di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2019).

Pernyataan itu dapat membuat si ibu stres dan menyebabkan dirinya tidak dapat memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Pernyataan-pernyataan itu mungkin tidak sengaja Anda ucapkan, bahkan dianggap sebagai basa basi obrolan. Tapi, tahukah Anda kalau kalimat tersebut bisa membuat psikis si ibu bermasalah. Pernyataan itu dapat membuat si ibu stres dan menyebabkan dirinya tidak dapat memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Selain dari pernyataan langsung, menjadi masalah sekarang adalah mom shaming ini bisa dilakukan siapa pun di media sosial. Budaya ini sulit dicegah terlebih Anda termasuk mom modern yang aktif di ranah media sosial. Anda bisa dapat kritikan bukan hanya dari teman, tapi dari orang yang bahkan Anda tak kenal sekali pun.

Lantas, apa yang bisa dilakukan?

Dessy menerangkan, cara sederhana dan paling efektif adalah melepaskan media sosial. Sebab, dengan tidak terlibat di dalam media sosial, maka Anda tidak akan mendapat atau mengetahui adanya kritikan tersebut.

Tapi, rasanya ini sulit bagi sebagian orang. Jika kondisinya Anda tetap ingin menggunakan media sosial tapi bisa mengatasi mom shaming, maka yang bisa dilakukan adalah mengubah pandangan dan persepsi.

Dessy menerangkan, cara sederhana dan paling efektif adalah melepaskan media sosial.

"Anggap saja komentar yang datang di kolom komentar itu lelucon atau bukan sesuatu yang penting. Tidak mudah memang, tapi dengan membiasakan pola pikir ini, Anda bisa mengatasi masalah mom shaming," sambung Dessy.

Sementara itu, jika kita membahas pada pelaku mom shaming, ternyata bukan hanya netizen yang bisa jahat, tetapi orang terdekat dari si ibu pun melakukan hal itu.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr N.B. Donny A.M. SpOG, menjelaskan, pelaku mom shaming itu 30 persen adalah suami, 30 persen orangtua, dan 30 persen lainnya adalah mertua.

"Jadi, orang terdekat dari si ibu menjadi pelaku mom shaming dan ini adalah fakta. Karena itu, sudah sepatutnya keluarga itu mengubah pola pikir mereka dan berubah menjadi support system bukannya malah menjadi hater di dalam keluarga sendiri," ungkapnya.

Selain tiga kelompok dalam keluarga itu, mom shaming juga menurut dr Donny dilontarkan kelompok ibu-ibu itu sendiri

Selain tiga kelompok dalam keluarga itu, mom shaming juga menurut dr Donny dilontarkan kelompok ibu-ibu itu sendiri. Ada beberapa alasan kenapa kelompok ibu ini melakukan mom shaming.

"Alasan pertama, si ibu bosan merawat bayinya sehingga dia mencari pelampiasan dengan mengejek ibu lainnya. Kemudian, alasan berikutnya adalah si ibu letih, capek, dan nggak dihargai makanya dia mencari pelampiasan dengan mengolok-ngolong ibu lain," kata dia.

Dokter Donny pun menambahkan, ketika mom shaming itu diberikan pada si ibu dan dia mengalami stres, maka yang bakal terjadi adalah terganggunya psikis si ibu. Ini akan berdampak juga pada bagaimana dia mengasuh anaknya. Emosi yang ada di dalam diri si ibu bisa saja tersalurkan ke anak. Dampaknya tentu akan berbahaya di kemudian hari.

Makanya, dr Donny menyarankan agar setiap orang mau berpikiran positif dan terus menebarkan kebaikan. Dengan memperlakukan orang lain dengan baik dan penuh kasih sayang, ini akan membawa dampak yang baik juga pada lingkungan, khususnya dalam hal ini ibu hamil.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini