nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Biaya Berobat ke Rumah Sakit di Malaysia Lebih Murah Daripada Jakarta, Kenapa Ya?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 09:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 15 481 2116971 biaya-berobat-ke-rumah-sakit-di-malaysia-lebih-murah-daripada-jakarta-kenapa-ya-J9Rclm9OuS.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Mendengar kata pergi berobat ke luar negeri, imej yang terlintas di benak banyak masyarakat awam Indonesia adalah biaya mahal. Kebanyakan orang berpikir hanya orang-orang dengan status ekonomi berada saja yang bisa berobat ke rumah sakit di luar negeri.

Ya, pergi berobat atau sekedar melakukan pemeriksaan seperti full medical check-up di luar negeri sama dengan kata mahal. Padahal, tahukah Anda kenyataannya berobat ke rumah sakit di luar negeri tidak selalu mahal?

Salah satu bukti nyata, ternyata banyak masyarakat Indonesia, terutama dari Medan, Surabaya, Aceh, hingga Padang lebih memilih berobat ke berbagai rumah sakit di Penang, Malaysia ketimbang ke Jakarta.

dokter suntik aku

(Foto : Ilustrasi)

Faktor utamanya ialah karena biaya pengobatan di Penang, Malaysia jauh lebih murah daripada di berbagai rumah sakit di Jakarta. Padahal rumah sakit di Penang ini hadir dengan standar kualitas internasional, ditunjang dengan peralatan medis berteknologi tinggi.

Lalu mengapa biaya pemeriksaan dan berobat di banyak rumah sakit yang ada di Penang, Malaysia bisa jauh lebih murah daripada di Jakarta? Sebagaimana dituturkan oleh Sherene Azli, CEO Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), alasan pertamanya ialah karena industri medis. Medical tourism di Malaysia begitu didukung oleh pemerintah, berupa subsidi dan investasi.

periksa pasien

(Foto : Ilustrasi)

“Adanya subsidi dan investasi dari pihak pemerintah, salah satunya dengan diterbitkannya regulasi soal pengecualian pajak. Contohnya beli mesin MRI harganya 1juta RM, karena ada regulasi tentang tax law, makanya beli barang keperluan medis contoh sampai harga 1jt RM pun jadinya no tax. Dengan banyaknya pasien, makin banyak alat-alat medis yang dipakai. Ini jauh lebih baik dan menguntungkan pihak rumah sakit, ramai pasien yang pakai alat rumah sakit jadi enggak rugi,” tutur Sherene saat dijumpai Okezone, Senin 14 Oktober 2019 di Penang, Malaysia.

Masih dari sisi wujud dukungan dari pihak pemerintah, Sherene mengungkapkan bahwa di Malaysia telah diatur bahwa professional di bidang medis, seperti dokter tidak bisa seenaknya menetapkan soal harga.

dokter nulis

(Foto : Ilustrasi)

“Di sini ada hukum yang mengatur kalau tidak boleh charge ke pasien dengan harga mahal. Misal dokter A charge ke pasien atas nama ini harganya 50, lalu seenaknya ke pasien lain bisa beda sampai 70 itu ya tidak boleh. Di negara lain tidak ada peraturan soal ini,” tutup Sherene.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini