nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berobat ke Malaysia, Orang Indonesia Rela Nginap di Rumah Sakit Nunggu Dokter

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 11:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 15 481 2116996 berobat-ke-malaysia-orang-indonesia-rela-nginap-di-rumah-sakit-nunggu-dokter-I3yjwsWxfO.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Saat ini banyak orang Indonesia berobat ke rumah sakit di Penang, Malaysia, terutama mereka yang tinggal di Medan, Surabaya, Aceh, hingga Padang. Biaya yang lebih murah ketimbang di Jakarta menjadi alasan mereka lebih memilih berobat ke Penang.

Ada yang menarik tentang pasien-pasien asal Indonesia yang datang berobat ke Penang, Malaysia. Perbedaan karakteristik pasien asal Indonesia begitu mencolok ketika berobat di rumah sakit Penang dibanding penduduk lokal.

Seperti dikatakan oleh Flora Prayogo, Regiona Marketing Lead dari Adventist Hospital Penang, Malaysia, salah satu rumah sakit di Penang, yang banyak menerima pasien dari Indonesia sebagai pasien internasional.

pasien nanya mulu

Flora mengungkapkan, orang dari Indonesia memang memiliki karateristik dan gaya tersendiri sebagai pasien rumah sakit. Hal ini berkaitan dengan kultur fanatik yang ada pada orang Indonesia.

Flora mencontohkan kehadiran dokter jantung di Adventist Hospital Penang yang sudah terkenal karena banyak pasien sembuh olehnya. Namanya terkenal di kalangan pasien dari mulut ke mulut hingga begitu ditunggu pasien di rumah sakit

“Nah, akhirnya bikin pasien-pasien Indonesia rela nunggu berjam-jam bahkan sampai menginap di rumah sakit demi berobat ke dokter tersebut,” papar Flora, begitu ditemui Okezone, Senin 14 Oktober 2019 di Adventist Hospital, Penang, Malaysia.

dokter ditunggu

"Kalau pasien domestik di sini, langsung lari. Mana mau berjam-jam sampai nginap demi satu dokter. Mereka cenderung pilih move ke rumah sakit lain," sambungnya.

Tidak hanya fanatik, wanita asal Surabaya tersebut menambahkan, sebagian besar pasien Indonesia yang datang bisa dibilang cukup keras kepala. Bahkan mereka seperti sudah memiliki daftar estimasi tindakan medis yang akan diterima dari para dokter.

pasien nanya

(Foto : Ilustrasi)

“Selain itu, biasanya para pasien asal Indonesia suka memiliki patokan sendiri. Contohnya, misalnya dia ada benjolan di tangan seperti yang pernah dialami oleh anggota keluarganya. Nanti selanjutnya, mereka sudah punya daftar dugaan tindakan dokter, misalnya karena ibunya ditindak biopsi dia merasa harus biopsi juga. Padahal setiap orang itu kan kondisinya beda-beda, jadi tindakannya juga berbeda satu sama lain” pungkas Flora.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini