nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada, Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 23:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 15 481 2117358 waspada-polusi-udara-bisa-tingkatkan-risiko-keguguran-JnibCV6dG2.jpeg Ilustrasi polusi udara (Foto: Medium)

SEBUAH penelitian terbaru mengatakan bahwa polusi udara dapat meningkatkan risiko keguguran. Janin tersebut akan meninggal tanpa meninggalkan gejala yang nyata pada ibu hamil.

Studi sebelumnya telah menunjukkan adanya korelasi antara polusi udara dan komplikasi kehamilan. Namun penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Sustainability oleh tim peneliti dari universitas-universitas China menyoroti dampak polusi dan berhasil mempelajarinya.

Studi ini menemukan bahwa paparan konsentrasi partikel partikulat udara yang lebih tinggi, serta sulfur dioksida, ozon, dan karbon monoksida, terkait dengan risiko keguguran yang lebih tinggi. Keguguran rawan terjadi pada trimester pertama kehamilan.

 Ilustrasi polusi udara

Selain itu, peningkatan risiko akan menjadi lebih parah dengan semakin tingginya konsentrasi polutan. Keguguran terjadi ketika janin meninggal atau berhenti tumbuh pada awal kehamilan.

Walaupun begitu janin masih berada dalam rahim, dan sering terdeteksi selama tes ultrasonografi pada beberapa minggu kemudian. Para peneliti dari empat universitas serta Akademi Ilmu Pengetahuan China melacak kehamilan lebih dari 250.000 wanita di Beijing.

Penelitian dilakukan pada 2009 hingga 2017, termasuk dengan 17.497 wanita yang mengalami keguguran tak terjawab. Para peneliti menggunakan pengukuran dari stasiun pemantauan udara yang terletak di dekat rumah dan tempat kerja wanita untuk mengukur paparan subjek terhadap polusi udara.

“China berisi masyarakat tua dan penelitian kami memberikan motivasi tambahan bagi negara itu untuk mengurangi polusi udara demi meningkatkan angka kelahiran," ucap peneliti tersebut, sebagaimana dilansir Asia One, Selasa (15/10/2019).

 Ilustrasi ibu hamil

Walaupun penelitian itu menunjukkan hubungan kuantitatif antara polusi dan keguguran. Tapi Profesor dari Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas Melbourne, Shaun Brennecke mengatakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat memerlukan sebuah eksperimen laboratorium pada embrio manusia.

Saat ini tingkat polusi udara di ibukota China telah menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, tingkat konsentrasi partikulat di Beijing saat ini menunjukkan PM2.5.

Ini adalah partikel yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer) yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru. Selain itu partikulat tersebut masih empat kali lebih tinggi daripada yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini