nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Pasien Memilih Berobat ke Penang Karena Cara Dokter Berkomunikasi Bikin Semangat

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 05:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 15 481 2117387 kisah-pasien-memilih-berobat-ke-penang-karena-cara-dokter-berkomunikasi-bikin-semangat-Cp1fE9Nt37.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Dunia medis Indonesia tengah berupaya untuk menjadi lebih baik. Dari segi teknologi medis, obat-obatan, tim dokter ahli, hingga perlakuan profesional dari para petugas medis.

Namun dunia medis Indonesia masih punya pekerjaan rumah yang begitu besar. Salah satunya adalah tentang cara dokter berkomunikasi ke pasien.

Percaya atau tidak, hal ini nyatanya berperan besar bagi pasien untuk menentukan pilihan: akan meneruskan pemeriksaan maupun rangkaian pengobatan di rumah sakit tersebut atau tidak.

 Perempuan duduk

Seperti kisah yang dialami Fridayani, salah seorang warga Surabaya yang lebih memilih berobat di sebuah rumah sakit di Penang, Malaysia karena merasa nyaman dengan cara dokter berkomunikasi kepadanya.

Fridayani pun berbagi pengalamannya sebagai pasien asal Indonesia yang berobat di Malaysia. Awalnya, Fridayani mengaku memutuskan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan jauh-jauh di Penang, Malaysia karena dirinya merasa kecewa ketika memeriksakan diri kepada seorang oknum dokter di sebuah rumah sakit di Indonesia.

“Sekitar tahun 2007, saya memiliki problema kesehatan ada kista di rahim. Lalu, dokter yang memeriksa dengan gamblang bilang bahwa saya tidak bisa punya anak. Divonis seperti itu, tentu saja saya kecewa ya. Saya merasa oknum dokter itu kok bukannya berusaha memberi perawatan yang terbaik lebih dulu tapi malah membuat saya putus asa,” ujar Fridayani, kala ditemui Okezone, Senin, 14 Oktober 2019 di kawasan George Town, Penang, Malaysia.

 Laki-laki dan perempuan

Meski merasa kecewa diperlakukan seperti itu, Fridayani membutuhkan waktu cukup lama, sekitar tiga tahun untuk memutuskan mencari second opinion dari dokter negara lain.

Pilihan pertama jatuh pada Singapura, tapi Fridayani mengaku faktor biaya pengobatan yang mahal membuat dirinya mengurungkan niat untuk berobat di sana. Sampai akhirnya, ia mendengar bahwa berobat di rumah sakit di Pulau Penang, Malaysia bisa jadi alternatif.

“Akhirnya saya memutuskan untuk berobat ke rumah sakit di Penang. Ternyata di sini saya merasa lebih nyaman, sikap dan cara para dokter berkomunikasi yang selalu menyemangati para pasien membuat semangat saya untuk sembuh jadi tinggi, enggak bikin kita drop,” imbuhnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Fridayani mengungkapkan sebagai pasien, ia merasa begitu puas dengan pelayanan yang diberikan. Sebab tidak hanya diberi penjelasan tapi juga berbagai pilihan.

“Dokter itu kasih options ke kita dan penjelasan, misalnya jika mau tindakan ini hasilnya nanti A. Kalau tidak mau melakukan tindakan B, maka kita sebagai pasien harus begini-begini. Ada second opinion, enggak langsung tindakan operasi. Ya, Alhamdulillah hasilnya terlihat di 2012 bisa ada anak, dan sekarang anak sudah ada tiga,” tutup Fridayani.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini