nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidur Pakai Bra Bisa Picu Kanker Payudara, Mitos atau Fakta?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 12:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 481 2117588 tidur-pakai-bra-bisa-picu-kanker-payudara-mitos-atau-fakta-24PF6VAgCm.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SALAH satu yang menjadi kekhawatiran Kaum Hawa adalah kanker payudara. Tidak bisa dipungkiri, kanker payudara memang menghantui para perempuan lebih dari penyakit apapun.

Bukan hanya fakta-fakta seputar soal resiko, rangkaian perawatan hingga biaya pengobatan yang tinggi saja yang membuat kaum Hawa semakin khawatir soal penyakit kanker payudara. Tapi, kondisi ini juga diperburuk dengan beredarnya mitos-mitos seputar kanker payudara.

Contohnya mitos yang termasuk salah satu yang paling sering terdengar adalah soal pemakaian bra. Rumor yang ada, memakai bra saat tidur dapat memicu seorang perempuan terkena penyakit kanker payudara.

Lalu apakah benar demikian? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka Okezone pun bertanya langsung kepada DR. M. Amir Shah, konsultan radiotherapist dan Oncologist dari rumah sakit Gleneagles Penang, Malaysia. DR. Amir mengatakan, sejatinya kabar ini hanyalah mitos belaka.

 memakai bra saat tidur dapat memicu seorang perempuan terkena penyakit kanker payudara.

“Kalau dibilang jadi lebih baik tidak pakai saat tidur, ya secara logika lebih baik saat tidur memang tidak pakai yang ketat,” ujar DR. Amir kala ditemui Okezone di Gleneagles Hospital, Penang, Malaysia.

Dalam kesempatan yang sama, DR. Amir pun meluruskan bahwa salah satu faktor penyebab seorang wanita bisa terpapar kanker payudara ialah bukan karena pemakaian bra, namun bisa dari banyak hal, mulai dari faktor alami seperti genetik sampai faktor eksternal.

“Kanker payudara penyebabnya biasanya hormon, jadi ada wanita yang minum pil pencegah hamil. Nikah umurnya sudah lewat dari usia ideal, tidak mau memberi ASI (air susu ibu) kepada anak, nah ini semua pemicu kanker payudara,” pungkas DR.Amir singkat.

Saat ini, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia berada pada urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. Angka kejadian tertinggi di Indonesia untuk laki laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk, yang diikuti dengan kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk.

Sedangkan angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk, diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk.

Saat ini, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia berada pada urutan 8 di Asia Tenggara

Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Prevalensi kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk, diikuti Sumatera Barat 2,47 79 per 1000 penduduk dan Gorontalo 2,44 per 1000 penduduk.

Karenanya, untuk mencegah dan pengendalian kanker di Indonesia, khususnya dua jenis kanker terbanyak di Indonesia, yaitu kanker payudara dan leher rahim, pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim pada perempuan usia 30-50 tahun.

Adapun metode yang digunakan adalah Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) untuk payudara, dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk leher rahim.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini