nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Untuk Bayi Baru Lahir, Baiknya Pilih Popok Kain atau Disposable Ya?

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 17:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 16 481 2117768 untuk-bayi-baru-lahir-baiknya-pilih-popok-kain-atau-disposable-ya-c3xBjVhKVK.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Ibu yang baru melahirkan pasti bingung memilih popok yang cocok dipakai si kecil. Terlebih kalau ingin memakai popok disposable atau sekali pakai.

Bayi yang menggunakan popok disposable, memang sangat praktis. Tapi tentunya ada kelebihan dan kekurangan yang harus dipahami, jika dibandingkan dengan popok kain konvensional.

Ketika si kecil memakai popok disposable, ibu tak perlu repot untuk mencuci, karena popok bekasnya tinggal dibuang saja. Berbeda ketika memilih popok kain konvensional, Anda harus sering mengganti. Juga ketersediaannya harus banyak dan dicuci bersih.

 Konferensi pers

Spesialis Anak dr Farabi El Fouz, SpA, Mkes, mengatakan, memakai popok disposable dan popok kain konvensional, tentu ada kekurangan dan kelebihannya. Para ibu wajib tahu agar tak salah pilih.

"Kelebihannya, kalau pakai popok kain, begitu basah bayi pipis, dia nangis dan alarm alami. Akhirnya enggak lama diganti, pas buang air besar juga. Bahan kain juga bukan bahan kimia, jadi jarang iritasi kulit," ucap Dr Farabi di sela Soft Launching Popok Halal Indonesia, Popok Bayi Bahayakan Kulit Anak, Benarkah? di RSI Pondok Kopi, Jakarta Timur, Rabu (16/10/2019).

Adapun kekurangan pemakaian popok kain, sebut dr Farabi, orangtua yang mengurus si kecil pasti merasa kerepotan. Sebabnya, popok kain konvensional dinilai tidak praktis jika dibandingkan popok disposable.

Kalau bayi menggunakan popok kain, ketika pipis atau buang air kecil, harus segera diganti. Ditambah lagi cucian jadi menumpuk, sehingga para ibu harus ekstra energi mencuci popok segera.

"Kalau pakai popok disposable kelebihannya kan gantinya bisa tunda dulu, 1-2 kali delay pipis, tapi kalau buang air besar ya wajib harus ganti," ucap dr Farabi.

Namun kelemahannya, sambung dr Farabi, karena terlalu asyik beraktivitas, seorang ibu suka lupa mengganti popok disposable. Padahal popoknya sudah penuh, sehingga dapat memicu iritasi.

 Bayi

"Tiap anak diuresis kencing jamnya berbeda. Tergantung berat badan dan konsumsi air per hari. Saking sensitifnya kulit bayi, kalau bersentuhan dengan popok basah jadi iritasi. Kalau kelamaan enggak diganti, bisa infeksi karena terpapar ratusan juta kuman," ungkap dr Farabi.

Kemudian, ketika anaknya sudah beranjak balita, masih keenakan pakai popok, akhirnya anak malas melakukan toilet training. Kebiasaan tersebut rupanya dapat mengganggu perkembangan si kecil lho!

Secara ekonomi, popok disposable juga dinilai mahal. Terlebih kalau kualitasnya yang bagus, orangtua harus mengeluarkan bujet lebih untuk membeli popok disposable.

Karena dinilai popok disposable paling praktis, CEO PT. Buah Hatiku Global (Athari) Ferryandi memberikan tips memilih popok disposable yang tepat. Dia menjelaskan, ketika memilih popok disposable kini tak sekedar aman dan teruji klinis. Namun juga pikirkan label halal, yang sudah pasti aman digunakan.

"Kalau popok bahannya ecofriendly karena berbahan dasar food grade gel yang halal dan ramah lingkungan, buat kulit bayi yang sensitif pun dipastikan aman dan pasti halal," ujar Ferryandi.

Bahkan popok ecofriendly, biasanya limbah gel tersebut dapat digunakan sebagai pupuk taman hidroponik. Sedangkan untuk kategori biodegradable, limbah popoknya dapat hancur atau terurai oleh organisme hidup lainnya, baik di tanah maupun air.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini