nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Icha, Sekeluarga Dibuat Nyasar Hutan Leweung Sancang oleh Hantu Sekitar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 01:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 16 612 2117924 kisah-icha-sekeluarga-dibuat-nyasar-hutan-leweung-sancang-oleh-hantu-sekitar-88v8aYNxVz.jpg Ilustrasi Hantu. (Foto: Vebma)

INSIDEN dikerjai setan saat berkendara di tempat-tempat anker mungkin pernah dialami oleh beberapa orang. Seperti kisah Icha yang pernah mengunjungi Leweung Sancang di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pengalaman mistis yang dialaminya bisa dibilang menjadi suatu hal yang tak terlupakan dalam hidupnya. Kejadian ini mungkin terjadi pada tahun 80-an ketika Icha masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keluarga besar Icha yang tinggal di Garut Kota, memang kerap melakukan liburan ke wilayah Pamengpeuk.

Sebagian besar keluarga Icha gemar memancing, dan kebetulan Pamengpeuk adalah salah satu destinasi pantai di Garut dengan keindahan alam yang sangat asri. Tapi, dalam perjalanan kali ini keluarga Icha lebih fokus untuk bermain di hutan yang berada tidak jauh dari pantai.

Memang, Leweung Sancang ini memiliki legenda yang cukup kuat. Dikatakan bahwa tempat ini dulunya adalah petilasan Prabu Siliwangi yang merupakan seorang raja di tatar Parahyangan.

dalam perjalanan kali ini keluarga Icha lebih fokus untuk bermain di hutan yang berada tidak jauh dari pantai.

Pohon besar berikut satwa liar di dalamnya juga masih utuh, apalagi pada tahun 80-an masih belum banyak orang yang menjamah tempat ini. Perjalanan menuju Leweung Sancang pun dimulai pada saat subuh dengan menggunakan dua mobil yang saling beriringan.

Jalan menuju Leweung Sancang sangat berliku menyerupai ular dan membutuhkan waktu sekira 3-3,5 jam dari Garut Kota. Karena sudah berangkat sejak subuh, maka pada pagi hari keluarga Icha sudah tiba di tempat tujuan.

Semua perbekalan pun diturunkan sambil menebar koran dan karpet sebagai tempat duduk di dalam hutan. Pemandangan pohon yang rimbun rerumputan yang hijau dengan pemandangan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia membuat liburan kali ini menjadi sangat menyenangkan.

Tak terasa hari mulai gelap, matahari pun seakan ditelan oleh bumi. Semua perbekalan dimasukkan kembali ke dalam mobil. Karena medannya cukup sulit maka keluarga Icha pun bergegas untuk keluar dari hutan.

Karena medannya cukup sulit maka keluarga Icha pun bergegas untuk keluar dari hutan.

Namun, mereka sepertinya sudah terlalu telat untuk keluar dari Leweung Sancang. Kala itu jam sudah menujukkan lebih dari pukul 17.00 WIB.

Artinya, mereka akan melewati hutan ketika hari sudah gelap, mengingat medan jalan setapak tidak bisa dilalui dengan cepat oleh mobil. Nah, di sinilah keceriaan mereka berubah menjadi pengalaman yang cukup menakutkan.

Mobil sudah dinyalakan dan rombongan mobil pertama sudah mulai berjalan sambil membuka jalan setapak untuk dilewati. Hingga beberapa menit kemudian jam menunjukkan pukul 18.00 WIB. Jalanan sudah sangat gelap, meskipun beberapa rambu yang menunjukkan jalan keluar telah dilewati, namun rombongan Icha seakan berputar-putar kembali ke tempat yang sama.

Hal ini berlanjut hingga hampir dua jam lamanya. Kedua iring-iringan mobil ini seperti hanya berputar-putar di dalam gelapnya Leweung Sancang. Memang tidak ada penampakan yang terlihat, namun sang penjaga Leweung Sancang sekakan murka karena belum ada manusia yang meninggalkan hutan tersebut selepas magrib.

lantaran semakin lama berputar di dalam hutan, maka stok bahan bakar kendaraan akan semakin berkurang.

Beberapa orang yang ada di rombongan itu pun panik, lantaran semakin lama berputar di dalam hutan, maka stok bahan bakar kendaraan akan semakin berkurang. Hingga pada akhirnya rombongan itu menepikan kendaraannya dan salah satu orang yang dituakan (Kakek Icha) turun dari mobil dan duduk berdoa.

Doa pun dipanjatkan bercampur dengan komunikasi yang dilakukan oleh sang kakek selama kurang lebih 10 menit. Tak lama berselang kakek Icha pun bangkit dan langsung meminta rombongan untuk berjalan sekali lagi untuk keluar dari hutan.

Benar saja, sambil mengikuti petunjuk, rombongan itu pun berhasil keluar dari hutan dan mulai memasuki perkampungan warga. Dikisahkan bahwa Leweung Sancang yang masih memiliki aura mistis kuat saat itu, memiliki penjaga yang tak kasat mata.

Penjaga tersebut akan membuat setiap orang yang masuk ke dalam hutan tersebut tersasar dan tidak bisa keluar ketika hari sudah mulai gelap. Kesalahan itulah yang membuat keluarga besar Icha tidak bisa keluar hutan dengan lancar akibat terlalu petang.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini