nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peran Guru untuk Cerdaskan Bangsa Dianggap Belum Maksimal

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 08:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 17 196 2117996 peran-guru-untuk-cerdaskan-bangsa-dianggap-belum-maksimal-laTalO1tbs.jpeg Ilustrasi (Foto : Medium)

Pendidikan adalah salah satu senjata utama untuk membangun bangsa. Tentunya hal ini tidak terlepas dari peran guru dalam upaya menyampaikan ilmu ke siswa didikannya. Setiap guru memiliki cara masing-masing agar para siswa memahami pelajaran yang diberikan.

Selain guru, pemerintah juga memiliki andil untuk meningkatkan kualitas pendidikan suatu negara. Sebagai bentuk upaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah mengubah peraturan bagi para guru dalam proses belajar mengajar. Guru diwajibkan bekerja selama 40 jam per minggu.

Cakupan waktu itu digunakan oleh guru untuk menjalankan tugas antara lain merencanakan pembelajaran, melaksanakan pengajaran tatap muka, memberi penilaian hasil belajar anak didik, membimbing dan melatih anak didik, serta melaksanakan tugas tambahan seperti pembinaan atau menjadi wali kelas. Untuk bisa melaksanakan tugas-tugas tersebut, guru harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sebab 60% waktu bekerja guru dialokasikan untuk berkomunikasi langsung dengan siswa.

Guru mengajar

"Komunikasi adalah kunci utama seorang guru bisa menyampaikan apa yang dia punya. Baik itu pelajaran yang dikuasai atau mengomunikasikan informasi kepada orangtua, sekolah, dan masyarakat tentang pendidikan siswa. Masalah apapun tentang pendidikan intinya ada di komunikasi," ujar Sidik Eka Hermawan selaku Project Director Business Partnership Unit Indonesia Mengajar.

Ditemui Okezone dalam media briefing peluncuran kampanye Listerine #UbahDenganSuara, Rabu (16/10/2019) di Jakarta, Sidik mengatakan seorang guru harus bisa memfasilitasi siswanya dengan baik. Selain itu, guru juga harus bisa berkomunikasi dengan baik kepada orangtua siswa. Sayangnya masih banyak guru yang belum mampu melakukannya.

Guru semangat

"Hingga saat ini masih banyak guru yang mengajar dengan cara kasih materi, siswa mencatat, lalu sudah. Padahal kurikulum yang sekarang menuntut komunikasi dua arah dalam proses belajar mengajar. Cara mengajar guru harus diubah," jelas Sidik.

Selain itu, isu lain yang berkembang dalam pendidikan untuk memajukan bangsa adalah bullying secara tidak sadar yang dilakukan oleh guru. Berdasarkan pengalaman Sidik yang sempat mengajar di daerah tertinggal, saat ini masih ada guru yang memberikan label kepada siswa, entah itu dari perilaku atau perawakan. Akibatnya siswa bisa menjadi kurang percaya diri.

Guru tanya

Untuk itu, sebagai LSM yang berfokus pada pendidikan, Indonesia Mengajar ingin ikut serta mengubah cara guru dalam mengajar dan berkomunikasi sehingga bisa menjadi fasilitator yang baik. Bekerja sama dengan Listerine, LSM tersebut akan memberikan pelatihan bagi para guru di Aceh Singkil yang berada di daerah tertinggal. Pelatihan itu akan membagikan pengetahuan mengenai keterampilan dasar fasilitasi. Dengan begitu guru bisa memahami dan mempraktikkan cara mengajar yang komunikatif seperti manajemen kelas untuk pemahaman pembelajaran yang aktif dan kreatif serta materi peningkatan kepercayaan diri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini