nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah Pesan Kebaya, Juminah Meninggal Tak Sempat Lihat Anaknya Wisuda

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 19:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 17 612 2118253 sudah-pesan-kebaya-juminah-meninggal-tak-sempat-lihat-anaknya-wisuda-mpkVB12nuI.jpg Kisah haru Erni (Foto : @gosip_viral/Instagram)

Semburat senyuman manis terlihat merekah lebar dari wajah Erni Susanti saat berfoto di samping pusara sang ibunda tercinta usai wisuda. Siang itu, tak ada tempat lain yang ingin ia tuju selain berkunjung ke tempat peristirahatan terakhir ibunya.

Toga hitam wisuda yang melekat di tubuhnya, sengaja ia kenakan untuk membuat ibunya tersenyum bangga di alam sana. Bukan tanpa alasan, berkat jasa sang ibunda lah Erni dapat mewujudkan impian untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.

Dengan rasa bangga, Erni membagikan sebuah kisah mengharukan ke dalam akun Facebook pribadinya.

"Teringat 4 tahun yang lalu, punya uang 4 juta. Uang itu untuk bayar sewa rumah. Bayar listrik. Bayar semua-semuanya lah. Secara mamak udah sendiri saat itu," tulis Erni.

Erni melanjutkan, bahwa pada saat yang bersamaan keinginannya untuk kuliah pun semakin membuncah. Kala itu, ibunya memberikan lampu hijau meski keuangan mereka sangat pas-pasan.

Kisah Haru

Bahkan, dari total uang yang mereka punya, hanya tersisa Rp500 ribu karena digunakan untuk membayar uang pendaftaran kuliah. Rasa khawatir sempat terlintas di hati Erni dan ibunya.

"Pas selesai daftar mamak nanya. 'Nanti bayar kuliah selanjutnya cemana. Bisa nyimpen gak kita?' Karena aku pun gak tau. Ku jawab aja di radio semalam ani dengar ada beasiswanya. Lumayan mak," ungkap Erni.

Padahal, ia belum tahu pasti apakah bisa mendapatkan uang beasiswa tersebut. Namun selama masa perkuliahan berlangsung, Erni tidak pernah berhenti berusaha untuk meringankan beban ibunya.

"Aku selalu berjuang untuk dapat beasiswa. Walaupun gak pernah full. Tapi paling nggak meringankan biaya sedikit," kata Erni.

Suatu waktu, sang ibunda tercinta berkata kepada Ernie bahwa ia ingin sekali datang ke acara wisudanya. Ia mau melihat anaknya sukses meski terlahir dari keluarga tidak mampu.

Saking ngebetnya, setiap tahun ibu Erni tidak pernah berhenti menanyakan kapan ia akan wisuda? Berapa lama lagi masa kuliahnya? dan apa saja yang harus disiapkan.

"Dia pengen anaknya seperti anak temannya yang walaupun hanya penjual lontong. Tapi anaknya bisa wisuda. Padahal kuliah baru 2 sementer. Tahun kedua kuliah, dia nanya lagi. Udah mau wisuda? Karena asik ditanyain aja. Ku jawab bentar lagi mak," ungkap Erni.

Tanpa Erni sadari, perkataannya itu semakin membuat ibunya bersemangat. Ia langsung diajak untuk membeli kebaya yang akan dipakai saat wisudanya nanti. Erni juga sempat membagikan foto kebaya merah yang telah dibeli ibunya.

Namun nasib berkata lain, satu tahun sebelum Erni berhasil meraih gelar sarjana, sang ibunda tercinta meninggal dunia.

kisah haru wisuda

"Kemarin saat masih sakit pun kalau ku tanya nanti mau datang wisuda kan? Iya kan? Makanya semangat ya. Biar nanti buat baju kita datang ke wisuda. Mamak cuma kedip-kedip matanya sambil tersenyum," kenang Erni.

"Tapi Allah berkata lain. 16 Oktober tahun lalu beliau meninggal dunia sebelum sempat liat anaknya ini wisuda," tambahnya.

Erni mengatakan, sesaat sebelum namanya dipanggil untuk naik ke atas panggung, ia sengaja menunggu hingga nama kedua orang tuanya, alm Ali Akbar Tanjung dan almh Juminah selesai disebutkan.

"Berusaha gak nangis, karena bukan kesedihan yang perlu diperlihatkan. Kebanggan lah yang patut dipertontonkan. Seorang wanita yang tak sekolah, yang 11 tahun berjuang sendiri tanpa suami. Yang hanya berjualan sarapan pagi. Tapi bisa menyekolahkan anaknya sampai tinggi," ujar Erni.

kisah haru erni

"Walau pun saat ini belum jadi apa-apa. Tapi semoga kedepannya bisa buat bangga. Terima kasih papa. Terima kasih mamak. Semoga Allah membalas segala kebaikan kalian berdua," tukasnya.

Selamat wisuda Erni Susanti, semoga ilmu mu membawa berkah bagi orang banyak, dan menjadi kebanggan serta pahala bagi kedua orangtuamu di alam sana.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini