nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Belanja Jastip, Konsumen Jangan Sampai Tertipu!

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 22:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 194 2118877 marak-belanja-jastip-konsumen-jangan-sampai-tertipu-Um4Om6hVtm.jpeg Minat belanja jastip makin tinggi (Foto: Genfkd)

BELANJA lewat jasa titip (jastip) memang menyenangkan dan tak perlu repot. Namun banyak isu beredar terkait modus ilegal, splitting dan fake repacking untuk menghindari pajak, hingga merugikan negara. 

Direktur Jenderal Bea & Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi bahkan pernah menyebut, modus ilegal jastip tersebut merugikan negara hingga Rp4 Miliar per hari. Dengan 442 kasus pelanggaran sejak 25 September 2019. 

Dari kasus tersebut, Anda harus pintar memilih jastip belanja yang legal. Khususnya kalau Anda ingin membeli barang-barang dari luar negeri, tentunya juga harus membayar pajak. 

Belanja jastip

Perlu dicatat, sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan nomor 112/PMK.04/2018, jika melakukan pembelian di atas USD 75 atau setara Rp1 jutaan, pasti akan dikenakan bea masuk 7,5%, PPN 10% dan PPh 10% (dengan NPWP) atau PPh 20% (tanpa NPWP). Klik halaman selanjutnya untuk informasi belanja jastip lebih lengkap.

Co-founder titipbeliin.com Bayu Sutrisno mengatakan, minat belanja lewat jastip memang semakin banyak. Di era teknologi yang sudah maju ini, banyak situs online menawarkan jastip. 

"Tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan jasa titip begitu tinggi dari kebutuhan penting. Seperti suku cadang mobil, elektronik, vitamin yang tentunya tidak ada di Indonesia hingga lifestyle, seperti hobi, koleksi dan fashion” ujar Bayu Sutrisno di Jakarta, baru-baru ini. 

 Belanja online

Namun, ungkap Bayu, agar tidak mudah tertipu dengan jastip, Anda harus memilih situs jastip legal. Perhatikan pula model pembayaran pajaknya supaya tidak terperangkap pada modus ilegal. 

Apalagi saat ini banyak pula penawaran jastip lewat media sosial. Walau mungkin harganya lebih terjangkau, tetap saja Anda harus pintar pilah-pilih. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Mande menambahkan, belanja lewat jastip menjadi salah satu bukti kemajuan di era revolusi 4.0. yang merupakan bentuk kemajuan pelayanan. Dia melihat bisnis jastip ini sebagai distribusi channel baru.

 Belanja jastip

"Banyaknya fenomena berbelanja lewat jastip atau personal shopper ini memang memudahkan. Tapi ada baiknya punya badan hukum yang resmi agar bisa kami fasilitasi," ujar dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini