nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Jumlah Maksimal Teman yang Bisa Anda Miliki

Jum'at 18 Oktober 2019 22:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 18 196 2118853 ini-jumlah-maksimal-teman-yang-bisa-anda-miliki-nEuvu8Il3o.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

Pernahkah Anda berpikir memiliki terlalu banyak teman? Mungkin memang jumlah teman dan kenalan yang Anda miliki sudah memasuki jumlah maksimal.

Teori Dunbar mengatakan manusia hanya dapat benar-benar mempertahankan sekira 150 teman saja. Namun, apakah aturan itu berlaku di era media sosial saat ini?

Dikutip dari BBC Indonesia, ada batasan yang jelas untuk jumlah teman dan kenalan yang bisa dipertahankan oleh kebanyakan orang.

Tetapi apakah batasan-batasan ini sama di dunia digital saat ini - di mana lazim bagi seseorang untuk memiliki ribuan pengikut di sosial media- menjadi lebih rumit untuk dijawab.

Menurut antropolog Inggris Robin Dunbar, 150 adalah "angka ajaib". Dunbar yakin bahwa ada keterkaitan antara ukuran otak manusia dan ukuran kelompok sosial yang dimilikinya, melalui studinya tentang primata non-manusia.

Rasio ini dipetakan menggunakan pencitraan saraf dan pengamatan atas waktu yang dihabiskan untuk pendekatan, perilaku sosial yang khas dari primata.

Dunbar menyimpulkan bahwa ukuran dari neokorteks seseorang - bagian otak yang berhubungan dengan pengetahuan dan bahasa - terkait pula dengan kapasitas ukuran kelompok sosial. Rasio ini membatasi kompleksitas yang dapat ditangani oleh sistem sesorang untuk interaksi sosial.

Dunbar dan rekan-rekannya menerapkan prinsip dasar ini pada manusia. Mereka memeriksa data historis psikologis, antropologis dan kontemporer tentang ukuran kelompok, termasuk bagaimana kelompok besar bertahan sebelum mereka berpisah atau runtuh.

Mereka menemukan konsistensi luar biasa di sekitar angka 150. Jika suatu kelompok terdiri dari 150 orang, kelompok itu tidak mungkin bertahan lama atau menyatu dengan baik.

(Salah satu implikasi untuk era urbanisasi adalah bahwa, untuk menghindari keterasingan atau ketegangan, penduduk kota harus menemukan sebuah komunitas kecil di dalam kota mereka.)

Tetapi angka 150 saja tidak menceritakan keseluruhan cerita. Menurut teori itu, lingkaran sosial paling kecil hanya terdiri dari lima orang yang benar-benar akrab.

Diikuti 15 lapisan berturut-turut (teman baik), 50 (teman biasa), 150 (kontak yang berarti), 500 (kenalan) dan 1500 (orang yang bisa Anda kenali). Menurut Dunbar dan banyak peneliti yang ia pengaruhi, aturan 150 ini berlaku pada masyarakat pemburu di zaman dulu hingga kelompok sosial modern, di kantor, pabrik, tempat perkemahan, organisasi militer, desa-desa Inggris abad ke-11, bahkan daftar kartu Natal.

Orang bisa masuk dan keluar dari lapisan ini, tetapi gagasannya adalah bahwa ruang harus dibuat untuk setiap pendatang baru di kehidupan seseorang.

Dunbar tidak yakin mengapa semua lapisan angka ini adalah kelipatan dari lima, tetapi ia mengatakan, "angka lima ini tampaknya menjadi dasar bagi monyet dan kera secara umum".

Ekstrovert cenderung memiliki jaringan yang lebih besar, sementara introvert berkonsentrasi pada kelompok kecil yang lebih akrab. Dan daftar wanita umumnya sedikit lebih panjang untuk kategori orang-orang terdekat.

"Apa yang menentukan lapisan-lapisan ini dalam kehidupan nyata, di dunia tatap muka ... adalah frekuensi di mana Anda bertemu dengan orang-orang," kata Dunbar.

"Anda harus membuat keputusan setiap hari tentang bagaimana Anda menginvestasikan waktu yang tersedia untuk interaksi sosial, dan itu terbatas."

Sejumlah perusahaan telah mengadaptasi ide ini. Otoritas Pajak Swedia, misalnya, telah merestrukturisasi kantor mereka agar tetap dalam ambang batas 150 orang.

Berdebat dengan Dunbar

Tidak semua orang sepakat dengan hipotesis ini. Beberapa skeptis tentang teori angka ajaib ini. Namun, teori ini dirasa tetap bermanfaat.

"Meskipun ada banyak faktor yang dapat membatasi jumlah hubungan yang kita buat dan pertahankan, studi ini membantu kita untuk lebih memahami ... dan mengukur pengaruh variabel-variabel semacam itu," kata Cristina Acedo Carmona, seorang antropolog dan ekonom di University of León di Spanyol.

Di antara mereka yang setuju bahwa ada angka ajaib yang menentukan batas maksimal koneksi sosial, beberapa berdebat bahwa angkanya adalah 150. Penelitian pada berbagai kelompok sosial di AS menunjukkan bahwa mereka memiliki angka sekitar 290. Dan angka-angka ini mungkin untuk berubah.

Salah satu argumennya adalah bahwa jumlah koneksi sosial tidak terdistribusi secara normal (atau berbentuk seperti kurva lonceng), sehingga beberapa orang dengan jumlah kontak yang besar, mungkin punya lingkaran sosial yang lebih besar.

Misalnya, jika seseorang cukup kaya untuk mempekerjakan asisten untuk mengatur urusan mereka, mereka mungkin tidak akan terikat dengan teori tentang jumlah maksimal pertemanan untuk memiliki kehidupan sosial yang nyaman.

Ada juga yang mengkritik nomor Dunbar dengan alasan metodologis. Ukuran otak primata dipengaruhi oleh aspek lain selain kompleksitas sosial: faktor-faktor seperti pola makan juga dapat mempengaruhi.

Tim Inggris-Belanda berpendapat bahwa meskipun neokorteksnya terbatas, kapasitas sosial dapat diperluas dalam situasi budaya yang berbeda dan dengan bantuan teknologi yang berbeda. Salah satu contoh adalah warga Jamaika berpenghasilan rendah umumnya memiliki kontak ponsel yang banyak, bahkan umumnya melewati 150 orang.

Memang, modal sosial dapat menjadi sangat penting bagi orang-orang yang tidak memiliki bentuk modal lain, seperti yang dikatakan oleh Acedo Carmona yang melakukan penelitian di Ghana utara dan Oaxaca, Meksiko.

Keanekaragaman hayati yang tinggi, letak pegunungan yang terpencil, dan pengaruh kolonialisme Spanyol berkontribusi pada lingkaran sosial yang kecil di Oaxaca, sebagian besar terdiri dari keluarga inti.

 Dua perempuan

Tetapi sumber daya Ghana yang langka membuat masyarakatnya harus menjalin relasi yang lebih luas dan melakukan kerja sama antar-etnis untuk bertahan hidup. Dengan demikian, "fokus pada ukuran otak dan keterbatasan kognitif mungkin terlalu sederhana", Acedo Carmona menekankan.

Teori Dunbar mungkin paling cocok untuk masyarakat pramodern atau untuk kelompok berpenghasilan menengah di masyarakat Barat kontemporer atau yang disebut Weird (Masyarakat barat, berpendidikan, bekerja di industri, kaya dan demokratis).

Kehadiran internet

Slack, salah satu aplikasi yang mendukung komunikasi tim, disebut sangat bermanfaat oleh perancang digital AS, Carly Ayres. Beberapa tahun yang lalu Ayres membuat grup Slack untuk sesama desainer, dengan nama 100s under 100.

Grup ini membagi para peserta ke grup-grup perbincangan yang lebih kecil, untuk membuat komunikasi antara para anggota lebih efektif. Teori Dunbar masuk akal, ujar Ayres, mengingat pengamatannya terhadap komunitas online.

"Saya pikir ada beberapa kebenaran pada gagasan bahwa informasi yang dapat Anda simpan di kepala Anda terbatas ... Semakin banyak Anda tahu tentang seseorang, saya pikir semakin baik hubungan itu, tetapi mungkin juga membatasi jumlah hubungan yang bisa Anda miliki," katanya.

Kelompok ini juga mengeluarkan anggota yang tidak aktif secara berkala - bentuk yang lebih proaktif dibandingkan kebiasaan orang untuk membiarkan hubungan tertentu memudar karena kurangnya waktu atau energi untuk mempertahankannya.

Sementara itu, semakin banyak orang yang mengatakan kelompok yang kecil lebih baik diterapkan dalam hubungan sosial di dunia daring. Dan untuk pengguna Facebook tertentu, semakin kecil dan semakin rahasia sebuah grup pembicaraan, semakin baik.

Sejauh ini, penelitian Dunbar dan rekannya tentang hubungan sosial di dunia daring mirip dengan hubungan di dunia nyata.

 Dua perempuan

"Dan sepertinya itu adalah desain yang sama dengan pikiran manusia yang memiliki batasan pada jumlah individu yang berinteraksi dengan mereka".

Dunbar dan rekannya juga telah melakukan penelitian di Facebook dan Twitter. Ketika orang memiliki lebih dari 150 teman di Facebook atau 150 pengikut di Twitter, Dunbar berpendapat, hal itu normal (sesuai dengan kategori kenalan atau orang yang bisa Anda kenali, yakni sebuah lingkaran sosial dengan 500 dan 1500 orang).

Namun, bagi kebanyakan orang, keintiman mungkin tidak terjadi ketika jumlahnya lebih dari 150 koneksi. "Media digital dan termasuk telepon benar-benar hanya memberi Anda mekanisme lain untuk menghubungi teman," kata Dunbar.

Bahkan kemungkinan anonimitas daring tampaknya tidak jauh berbeda dengan dunia nyata. Dunbar membandingkan interaksi internet anonim dengan pengakuan di gereja Katolik. Ini bukan hubungan yang erat, tetapi itu adalah hubungan yang mengakui manfaat kerahasiaan di antara orang asing.

Selain itu, penelitian Dunbar juga menunjukkan adanya perbedaan antara generasi. Mereka yang berusia 18-24 memiliki jaringan sosial daring yang jauh lebih besar daripada mereka yang berusia 55 tahun ke atas.

Bagi kelompok muda hubungan digital mungkin sama berartinya dengan yang analog. Teori bahwa tiap orang hanya bisa berhubungan dengan sejumlah orang secara efektif masuk akal.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini