nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wali Kota Baunei Italia Larang Penggunaan Google Maps, Kenapa?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 16:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 406 2118706 wali-kota-baunei-italia-larang-penggunaan-google-maps-kenapa-wUPGaYaLv9.jpg Ilustrasi. Foto: Express

SAAT sedang dalam perjalanan, peta digital seperti Google Maps kerap diandalkan oleh banyak orang sebagai penunjuk arah.

Ya, dalam kehidupan sehari-hari memakai Google Maps adalah hal yang sangat familiar dilakukan agar tidak tersesat menempuh rute perjalanan baru atau jarang dilalui

Tapi tahukah Anda, pemakaian peta modern seperti Google Maps malah dilarang di suatu kawasan di Italia, yakni di kawasan Sardinia.

Seperti dilaporkan Odditycentral pada Jumat (18/10/2019), Baunei, aparatur di kawasan Baunei, Sardinia, Italia, baru saja mengeluarkan peraturan resmi perihal larangan bagi para pengunjung untuk memakai Google Maps sebagai navigasi alias penunjuk arah ketika berkendara di sekitar area ini.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Larangan pemakaian Google Maps di Baunei dibuat bukan tanpa alasan. Wali Kota Baunei, Salvatore Corrias, mengatakan peraturan ini dikeluarkan karena banyak turis yang tersesat di area ini karena mengandalkan Google Maps sebagai penunjuk tempat.

Turis tersebut akhirnya membuat petugas pemadam kebakaran dan petugas penyelamat di gunung menerima panggilan sebanyak 114 kali, untuk menolong mereka.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Lebih lanjut disebutkan, turis menggunakan Google Maps tersebut untuk menemukan tempat yang dinamakan “Pantai-Pantai Tersembunyi” di kawasan Baunei. Namun hasilnya mereka malah tersesat di jalan yang tidak cocok dilalui oleh kendaraan roda empat biasa.

Hingga akhirnya untuk memberhentikan dan mencegah kasus ini terulang, petugas berwenang meletakkan papan tanda yang berbunyi instruksi untuk tidak mengikuti arahan jalan yang disarankan oleh Google Maps.

“Do not follow the directions suggested by Google Maps,” bunyi tulisan yang terdapat pada papan peringatan itu.

Salvatore menambahkan, jika ditelisik, kasus ini sebenarnya karena orang-orang yang datang tidak terbiasa dengan jalanan tipe dirt road. Sampai akhirnya baru tersadar bahwa jalanan yang mereka lalui bukanlah jalanan yang layak.

“Yang terjadi adalah orang-orang tidak terbiasa dengan dirt roads di area ini sehingga bergantung pada Google Maps. Namun setelah berapa lama, barulah mereka sadar kalau mereka ada di jalanan yang bukan merupakan jalanan layak atau proper road. Jadi akhirnya kita para petugas harus mendatangi dan menyelamatkan mereka,” tukas Salvatore.

Tidak hanya telah mengeluarkan peringatan, pihak keamanan Baunei juga telah berusaha untuk menghubungi pihak Google Maps perihal masalah ini.

Salvatore mengatakan, alih-alih menggunakan aplikasi peta modern seperti Google Maps. Ia menyarankan orang-orang termasuk para turis menggunakan peta manual.

“Peta kertas, peta manual biasa lebih baik. Atau lebih baik lagi gunakanlah ahli pemandu lokal dari area kami,” tukas Salvatore.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini