nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penelitian Terbaru: Turun Gaji Bisa Bikin Otak Lemot!

Jum'at 18 Oktober 2019 13:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 481 2118560 penelitian-terbaru-turun-gaji-bisa-bikin-otak-lemot-8PZxjOiClc.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SIAPA bilang gaji tidak berpengaruh pada kemampuan berpikir seseorang? Ternyata, semakin kecil gaji maka kualitas otak seseorang pun akan mengalami penurunan.

Hasil penelitian terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat pada akhir 2000-an menunjukkan fakta mengejutkan. Penurunan gaji memperburuk kesehatan otak anak muda pada usia lanjut dengan prosentase 25 persen.

Menurunnya gaji pun berdampak pada kesehatan otak. Pasalnya, orang yang penghasilannya menurun biasanya bakal memutar otak untuk memikirkan cara memenuhi segala pengeluaran dengan uang tersebut.

"Studi kami diikuti peserta di Amerika Serikat yang mengalami resesi pada akhir tahun 2000-an ketika banyak orang mengalami ketidakstabilan ekonomi," terang ketua tim peneliti, Leslie Grasset, dari Inserm Research Center di Prancis, dikutip dari Times of India yang dikutip oleh Solopos.

memutar otak untuk memikirkan cara memenuhi segala pengeluaran dengan uang tersebut.

Hasil penelitian itu menunjukkan penurunan pendapatan berkaitan dengan penuaan otak di usia paruh baya. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology ini melibatkan 3.287 orang berusia 23 hingga 35 tahun pada awal penelitian.

Mereka terdaftar dalam studi Conorary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA), yang mencakup populasi dengan beragam ras. Peserta studi ini melaporkan pendapatan rumah tangga sebelum pajak penghasilan tahunan setiap tiga hingga lima tahun sekali.

Selanjutnya, peneliti memeriksa seberapa sering pendapatan peserta tersebut turun. Serta prosentase perubahan pendapatan antara 1990 hingga 2010 untuk setiap peserta.

Peserta lalu diberikan tes berpikir dan memori yang mengukur seberapa baik mereka menyelesaikan tugas. Serta berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

Peserta lalu diberikan tes berpikir dan memori yang mengukur seberapa baik mereka menyelesaikan tugas.

Hasil penelitian ini menemukan orang dengan dua atau lebih penurunan pendapatan memiliki kinerja yang lebih buruk daripada orang tanpa penurunan pendapatan.

Sebanyak 707 peserta juga melakukan pemindaian otak dengan magnetic resonance imaging (MRI) pada awal penelitian dan 20 tahun kemudian. Hal ini dilakukan guna mengukur total volume di berbagai area otak.

Dari tes ini, orang-orang dengan dua atau lebih penurunan pendapatan memiliki total volume otak yang lebih kecil. Orang dengan satu kali atau lebih pengurangan pendapatan juga mengalami keterlambatan menyerap informasi pada otak, yang berarti mereka sedikit lamban berpikir.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini