nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Penelitian Terbaru: Perempuan akan Terus Berjerawat hingga Usia 50 Tahun Lebih

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 18:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 18 481 2118696 hasil-penelitian-terbaru-perempuan-akan-terus-berjerawat-hingga-usia-50-tahun-lebih-lOByTXpCgn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SIAPA sih yang mau wajahnya berjerawat? Hampir tidak tidak ada orang yang mau wajahnya terkena jerawat, apalagi mereka yang jomblo. Ya, selain menimbulkan rasa tidak nyaman, jerawat juga dapat merusak penampilan.

Tapi tahukah kamu, ternyata perempuan dewasa lebih rentan terkena jerawat loh. Sebuah penelitian di University of Alabama di Birmingham mengatakan bahwa perempuan dewasa lebih mungkin mengalami jerawat daripada pria dewasa.

Penelitian ini dilakukan pada mereka dengan prevalensi kondisi berusia 20 atau lebih. Bahkan, menurut penelitian lain dari Rutgers Robert Wood Johnson Medical School, sekira 50 persen perempuan berusia 20-an terkena jerawat. Sementara sepertiga lainnya berusia 30-an, dan seperempat berusia di antara 40-an.

Studi-studi ini juga membuktikan bahwa jerawat bukan hanya masalah remaja. Kamu mungkin berisiko terkena jerawat, meskipun berusia 30-an, 40-an, atau bahkan 50-an. Demikian seperti dilansir dari The Health Site.

Sementara sepertiga lainnya berusia 30-an, dan seperempat berusia di antara 40-an.

Penelitian juga membuktikan bahwa Jerawat adalah gangguan kulit yang sangat umum terjadi saat pubertas, dan menghilang ketika memasuki usia 20-an. Tetapi, penyakit kulit akibat meradang ini sering meninggalkan bekas luka di kulit dan dapat menyerang orang dewasa.

Senada, para peneliti dari University of Alabama di Birmingham mengonfirmasi bahwa sejumlah besar orang dewasa terus dihinggapi jerawat, jauh melebihi usia remaja mereka.

Menurut mereka, persentase perempuan mengalami jerawat lebih tinggi, daripada rekan-rekan pria mereka di semua kelompok umur di atas 20 tahun. Mereka sampai pada kesimpulan ini setelah mensurvei sampel acak pria dan perempuan berusia 20, dan menentukan prevalensi jerawat.

 Jerawat ini semakin memburuk selama periode menstruasi dan sekitar waktu menopause. Ini mungkin karena perubahan hormon yang terjadi selama ini. Studi ini dipublikasikan secara online di Journal of American Academy of Dermatology.

Jerawat saat usia dewasa, bisa terjadi karena alasan yang sama dengan jerawat remaja. Fluktuasi hormonal, produksi minyak berlebih oleh kelenjar sebaceous, dan adanya bakteri adalah beberapa penyebab di balik kondisi ini.

produksi minyak berlebih oleh kelenjar sebaceous, dan adanya bakteri adalah beberapa penyebab di balik kondisi ini.

Ada juga kemungkinan faktor genetika. Yang jelas, perokok dan penggunaan kontrasepsi oral lebih berisiko memperburuk jerawat. Beberapa obat lain, seperti kortikosteroid, anti-depresi dan beberapa obat yang digunakan dalam perawatan epilepsi juga dapat menyebabkan timbulnya jerawat dewasa.

Selain itu, penggunaan kosmetik yang berlebihan dapat menyumbat pori-pori. Di sisi lain, stres juga menjadi faktor lain, ditambah diet tidak sehat dan kurang olahraga.

Sayangnya, hingga saat ini tidak ada obat ampuh untuk menyembuhkan jerawat, hanya mengurangi keparahan dan mengobati gejalanya. Dokter pun mungkin meresepkan obat bebas untuk aplikasi topikal, ditambah antibiotik agar tidak terjadi infeksi.

Tetapi, para peneliti dari Rutgers University mengatakan bahwa sekarang para dokter mulai melakukan scaling kembali pada resep antibiotik untuk perawatan jerawat jangka panjang, dan diganti dengan kombinasi terapi.

Dokter pun mungkin meresepkan obat bebas untuk aplikasi topikal, ditambah antibiotik agar tidak terjadi infeksi.

Para peneliti mengatakan bahwa penggunaan antibiotik dalam waktu lama dapat memengaruhi microbiome di area selain kulit, sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Penggunaan jangka panjang antibiotik dalam perawatan jerawat dapat meningkatkan infeksi saluran pernapasan, dan bakteri kulit serta memiliki efek negatif pada kadar gula darah seseorang.

Oleh karena itu, semakin banyak dokter sekarang menggunakan terapi kombinasi untuk perawatan jerawat. Misalnya, dokter akan merekomendasikan penggunaan obat anti-bakteri benzoil peroksida bersama dengan retinoid topikal.

Menurut peneliti dari American Academy of Dermatology, kamu dapat mengatasi jerawat di usia dewasa dengan mengingat beberapa hal penting. Jika kamu berjerawat, jangan pernah mencoba menggaruk atau merabanya, memencetnya juga merupakan kesalahan besar.

Jauhkan tangan kamu dari wajah setiap saat. Cuci muka 2 hingga 3 kali setiap hari dengan sabun dan air. Gunakan kosmetik yang bebas minyak, karena cenderung menyumbat pori-pori kamu. Jika jerawat kamu menjadi-jadi, ada baiknya konsultasikan dengan dokter.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini