nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Latte Factor, Kebiasaan Buruk yang Bikin Milenial Selalu Merasa Kekurangan Uang

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 16:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 18 612 2118673 mengenal-latte-factor-kebiasaan-buruk-yang-bikin-milenial-selalu-merasa-kekurangan-uang-cIYYYiHyNF.jpg Ilustrasi (Foto: RD)

Pernah dengar istilah latte factor? David Bach, penulis buku Finish Rich sekaligus motivator keuangan di Amerika Serikat mencetuskan istilah latte factor, yaitu kebiasaan kecil tetapi rutin menghabiskan penghasilan.

Istilah latte ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengkritik kebiasaan masyarakat kota besar yang kerap menghabiskan waktu dan uang untuk menyeruput kopi di kafe atau restoran.

Istilah latte factor sebenarnya tidak hanya soal ngafe atau minum kopi saja tetapi relevan juga untuk pengeluaran kecil lainnya, seperti beli air mineral kemasan, persediaan camilan, belanja online, nonton bioskop. Setiap orang memiliki latte factor dan jenisnya bisa berbeda. Apa saja latte factor-mu? Coba identifikasi sekarang.

 Anak muda di kafe

Nah, setelah mengetahui apa saja pengeluaran latte factor, selanjutnya adalah berapa banyak uang yang telah kita keluarkan untuk latte factor ini. Biasanya, tidak terlalu dipikirkan karena hanya hitungan receh. Apalagi, kalau penghasilan cukup besar dan belum punya tanggungan. Tetapi, jika kebiasaan ini dibiarkan, tanpa disadari total pengeluaran bisa sangat besar.

Menjawab rasa penasaran mengenai pengeluaran latte factor, kamu bisa menghitungnya dengan cara sederhana. Anggap saja kopi kekinian yang termurah harganya Rp18 ribu. Karena ukurannya kecil rasanya perlu beli lagi untuk minum sore. Berarti, sudah Rp36 ribu uang uang dikeluarkan.

Barista kadang menawarkan extra shot hanya Rp5 ribu saja. Jumlah uang yang dikeluarkan sudah Rp41 ribu. Masih angka yang kecil ya? Kalau begitu, kita beli camilan sore sebagai teman minum kopi.

Kalau kemarin sudah beli donat Rp10 ribu, sekarang menu pisang goreng kekinian harganya lebih murah Rp8 ribu. Biasanya milenial akan membeli dua karena satu tidak cukup. Uang yang sudah kamu keluarkan bila dihitung-hitung sudah mencapai Rp57 ribu.

Untuk membeli kopi dan camilan tersebut, seringkali melalui jasa ojek online, toh ongkirnya hanya Rp7 ribu. Jadi total uang yang kamu keluarkan hari ini Rp64 ribu. Angka ini kecil bagi milenial yang telah sukses berkarier.

 Perempuan minum kopi

Namun, jumlah tersebut belum termasuk transport dan makan. Anggap saja naik taksi Rp100 ribu dan makan sehari Rp80 ribu. Berarti total pengeluaran Rp244 ribu. Jika kamu masih menganggap ini angka yang kecil karena sebulan hanya keluar sekitar Rp4.88 juta. Lihat lagi macam-macam latte factor di atas.

Angka ini tidak selalu sama setiap harinya. Ditambah lagi bagi yang memiliki cicilan KPR atau KPA, bisa jadi sepuluh juta habis begitu saja. Mereka yang peduli pada hari esoknya akan menyisihkan uang tidak sekadar untuk ditabung tetapi juga melengkapi diri dengan asuransi lalu berinvestasi.

Jika pengeluaran latte factor dikurangi, tentu bisa bantu milenial mendapat hari esok yang lebih baik.

Chief Agency Officer Sequis Franky Nayoan mengatakan bahwa usia milenial adalah usia terbaik membeli asuransi karena biaya premi masih terjangkau dan memiliki kemampuan membayar di jangka panjang.

"Daripada uangmu habis sia-sia hanya untuk latte factor, lebih baik dibelikan asuransi," terang Franky Nayoan, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (18/10/2019).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini