nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dulu Buat Sajen, Sekarang Makanan Ini Jadi Kuliner Favorit Wisatawan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 19 Oktober 2019 00:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 18 612 2118855 dulu-buat-sajen-sekarang-makanan-ini-jadi-kuliner-favorit-wisatawan-vN1l39eelR.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PECINTA kuliner tentu sudah tidak asing lagi dengan ayam ingkung. Nama makanan ini berasal dari bahasa Jawa yakni, “Ing” berarti langsung dan “menekung” yang berarti berdoa dengan penuh khidmat.

Sesuai dengan namanya, makanan ini terbuat dari olaham ayam kampung yang dimasak utuh dan diberi santan kental. Menurut sejarahnya, ayam ingkung merupakan sesaji atau sesajen yang sering digunakan pada masa kejayaan Kerajaan Mataram. Kala itu, para penduduk tidak diperkenankan untuk mengonsumsinya.

Namun seiring berjalannya waktu, ayam ingkung digolongkan sebagai makanan tradisional. Hidangan ini biasanya disajikan pada acara-acara tertentu seperti pernikahan, ritual adat, dan masih banyak lagi.

Berkat rasanya yang lezat, ayam ingkung menjadi salah satu kuliner tradisional yang paling digemari wisatawan mancanegara. Tak heran bila banyak hotel bintang lima, memasukkan ayam ingkung ke daftar menu mereka.

Tak heran bila banyak hotel bintang lima, memasukkan ayam ingkung ke daftar menu mereka.

Selain ayam ingkung, ternyata masih ada beberapa kuliner tradisional Indonesia yang kerap dijadikan sesajen pada ritual dan acara keadatan tertentu. Menurut kepercayaan mereka, ritual ini digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada alam semesta dan juga kepada para leluhur.

Lantas, apa saja kuliner makanan tersebut? Berikut Okezone rangkumkan ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (19/10/2019).

Ayam Cemani

Berkat keunikannya itulah harga ayam cemani cenderung mahal dibandingkan jenis ayam pada umumnya.

Selain ayam ingkung, ada satu jenis ayam lagi yang sering digunakan untuk bahan sesajen yakni, ayam cemani. Keunikan ayam ini terletak pada warna tubuhnya yang khas karena dibalut warna hitam, bahkan sampai ke dalam dagingnya. Berkat keunikannya itulah harga ayam cemani cenderung mahal dibandingkan jenis ayam pada umumnya.

Selain mahal, hewan tersebut juga identik dengan hal-hal berbau mistis. Berdasarkan penelusuran Okezone, ayam ini sangat disukai jin dan setan karena memiliki tubuh serba hitam. Jadi jangan heran jika ayam cemani sering dijadikan persembahan atau sesajen. Sejumlah masyarakat juga percaya bahwa ayam ini dapat menangkal ilmu sihir seperti santet, dan merupakan simbol keberuntungan.

Pisang Mas

Pisang berasal dari penuturan orang jaman dulu yang terbagi dari kata pi dan sang.

Pisang adalah jenis buah yang sangat dihormati oleh umat Hindu di Bali. Jika ditilik dari asal usul namanya, Pisang berasal dari penuturan orang jaman dulu yang terbagi dari kata pi dan sang. Kata sang sendiri memiliki arti dihormati.

Lalu mengapa buah ini identik dengan sesajen? Menurut filosofinya, pohon pisang yang belum berbuah akan terus tumbuh kembali meski telah ditebang. Dalam arti lain, buah ini melambangkan kemakmuran serta kekayaan yang akan datang silih berganti. Oleh karena itu, buah pisang wajib ada dalam setiap sesajen yang digunakan masyarakat Bali.

Bunga Kantil

 Bagi masyarakat di dua pulau tersebut, bunga kantil termasuk elemen terpenting dalam menjalani berbagai ritual keadatan.

Bunga Kantil atau sering disebut juga Kembang Kantil merupakan salah satu jenis bunga yang sering ditemui di Pulau Jawa dan Bali. Bagi masyarakat di dua pulau tersebut, bunga kantil termasuk elemen terpenting dalam menjalani berbagai ritual keadatan.

Bunga ini juga identik dengan kesan mistis karena sering ditanam di sekitar area pemakaman, dan disukai oleh Kanjeng Ratu Kidul. Menurut legenda, Ratu Pantai Selatan itu kerap menggunakan Bunga Kantil sebagai hiasan rambut atau mengalungkannya di leher. Jadi jangan heran jika bunga ini sering dimanfaatkan untuk berbagai upacara adat hingga ritual mistis.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini