nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Segera Umumkan Kabinet, Dokter: Calon Menteri Harus Jalani Tes Kesehatan Prima!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 08:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 21 481 2119536 jokowi-segera-umumkan-kabinet-dokter-calon-menteri-harus-jalani-tes-kesehatan-prima-ZXwZJjRoqF.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

Resmi menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024, Joko Widodo direncanakan bakal umumkan para menteri pagi ini, Senin (21/10/2019). Menurut beberapa sumber, Jokowi sudah kantongi nama-nama, tinggal memperkenalkan pada rakyat hari ini.

Publik dibuat penasaran siapa saja sosok yang ditunjuk Jokowi untuk jalankan tugas di Kabinet Kerja 2019-2024. Banyak yang bilang, sosok milenial masuk sebagai menteri, pun ada kementerian baru yang dibuat Jokowi. Semua itu bakal terjawab kebenarannya sebentar lagi.

Terlepas dari itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, memberi tanggapan terkait penunjukan menteri Jokowi-Ma'ruf Amin ini. Baginya, calon menteri tidak hanya sehat fisik, tapi juga mental. Hal ini penting agar mereka dapat mengemban tugas besar dengan sebaik-baiknya.

Pria-pria dalan setelan jas

"Saat ini kita semua sedang berjuang dalam berbagai keterpurukan di era globalisasi. Selain itu kita terus berjuang untuk mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga yang terus bergerak cepat. Jelas, tugas seorang menteri sebagai pembantu presiden sungguh maha berat untuk mengejar ketertinggalan tersebut," papar dr Ari pada Okezone melalui pesan singkat, Senin (21/10/2019).

Di sisi lain, dalam melaksanakan tugas sebagai menteri kemungkinan untuk terjerat dalam masalah hukum bisa terjadi. Berbagai contoh telah kita lihat bersama bahwa beberapa mantan menteri masuk bui akibat tersangkut hukum. Sementara itu, harapan rakyat Indonesia begitu besar terhadap pemimpin nasional saat ini Jokowi-Ma'ruf Amin untuk adanya suatu perubahan yang lebih baik dari masa periode kedua Presiden Jokowi.

Hiruk pikuk saat masa kampanye sampai mendekati proses pemilihan juga membuat para menteri bekerja ekstra ketat. Fakta ini menunjukkan kepada kita bahwa tugas menteri cukup berat dengan tingkat stres yang sangat tinggi. Oleh karena itu berbagai potensi risiko penyakit juga bisa terjadi bagi para menteri tersebut.

"Berbagai penyakit kronis yang ada saat ini, juga bisa menjadi kambuh dan menjadi tidak terkendali. Pada periode pemerintahan SBY misalnya, kita melihat bahwa para menteri baru yang tidak siap secara fisik dan mental mengalami jatuh sakit baik mengalami serangan jantung atau pun stroke," kata dr Ari.

Oleh karena itu, selain seseorang yang profesional dan “bersih” menurut KPK, PPATK dan BNPT, masalah kesehatan para calon menteri juga harus menjadi pertimbangan. Jangan sampai para menteri jatuh sakit di tengah perjalanan kerjanya.

Dokter Ari bahkan menekankan, perlu adanya sistem pemeriksaan kepada calon menteri, sama dengan apa yang telah rutin dilakukan calon presiden. Ini dilakukan agar calon menteri dapat dipastikan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Memang akan ada dana yang dikeluarkan untuk proses pemeriksaan kesehatan ini, tapi dana tersebut tidak seberapa jika harus merawat seorang menteri yang sakit bahkan jika harus dirujuk keluar negeri.

Jika hal ini tidak memungkinkan, bisa saja diminta bagi calon menteri untuk menyertakan hasil check up kesehatan yang terbaru dari rumah sakit yang ditunjuk. Hal ini dimaksudkan agar bangsa Indonesia tidak terjeblos dalam lubang yang sama, beberapa menteri jatuh sakit karena tidak siap secara fisik dan mental saat menjadi menteri.

Pria-pria dalan setelan jas

Alasan penting calon menteri wajib uji kesehatan

Dokter Ari menuturkan, ada beberapa alasan kenapa suatu pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi penting untuk calon menteri. Adalah banyak penyakit yang awalnya hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan penunjang lain baik pemeriksaan rontgen maupun pemeriksaan USG.

Kadar gula darah yang tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, serta kadar asam urat tinggi pada awalnya hanya diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Tekanan darah yang tinggi pun diketahui hanya dikenali dengan pemeriksaan tekanan darah.

Gangguan fungsi ginjal atau gangguan fungsi hati hanya diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Jantung yang bengkak dan kelainan paru dapat diketahui dengan pemeriksaan foto thoraks. Melalui pemeriksaan USG abdomen dapat diketahui adanya kelainan pada liver, kandung empedu, pankreas, limpa serta kedua ginjal dan organ-organ abdomen lainnya.

"Terjadinya serangan jantung atau stroke merupakan kelainan yang paling sering dialami para eksekutif termasuk para menteri mau pun pejabat eselon 1. Penyakit yang mematikan ini sebenarnya tidak terjadi dengan sendirinya. Kejadian serangan jantung dan stroke berhubungan dengan berbagai faktor resiko yang terjadinya tidak dengan sendirinya," ungkap dr Ari.

Faktor-faktor risiko yang terjadi sebagian hanya diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Faktor risiko tersebut antara lain kadar gula darah yang tinggi (DM), kadar kolesterol tinggi (Dislipidemia), obesitas, serta faktor stress. Faktor resiko lain dan juga merupakan hal penting adalah merokok.

Bagaimana dengan calon menteri perempuan? Selain pemeriksaan kesehatan rutin khusus, untuk perempuan perlu pemeriksaan skrining kanker, seperti kanker payudara dan kanker mulut rahim.

"Adanya kelainan yang ditemukan belum tentu menggugurkan seseorang menjadi menteri. Tapi paling tidak, deteksi adanya kelainan yang diketahui lebih awal pada calon menteri akan lebih baik untuk upaya pencegahan dan terapi awal. Sehingga tim dokter menteri atau dokter yang ditunjuk untuk menjaga kesehatan menteri sudah tahu kondisi sakitnya," kata dr Ari.

Inilah tujuan dari pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi kelainan penyakit yang terjadi agar komplikasi akibat kelainan yang ditemukan tersebut tidak berlanjut.

Akhirnya kita semua berharap masalah kesehatan calon menteri untuk kabinet yang akan datang juga tetap harus menjadi perhatian presiden dan semua menteri yang terpilih tersebut memang merupakan orang yang telah terpilih bukan saja profesional dan kompeten, tetapi juga sehat fisik dan mental.

"Mudah-mudahan Presiden dan Wakil presiden terpilih dan para menteri yang akan bekerja untuk masa lima tahun mendatang, selalu diberi kesehatan yang prima oleh Allah SWT," harap dr Ari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini