nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kecanduan Punya Anak, Keluarga Ini Bersiap Sambut Bayi ke-22

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 09:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 22 196 2120018 kecanduan-punya-anak-keluarga-ini-bersiap-sambut-bayi-ke-22-cI4kB5jk9q.jpg Keluarga Radford (Foto: Rex Shutterstock)

Pasangan suami istri dari Inggris, Sue Radford dan Noel tengah bersiap menantikan anak ke-22. Melalui unggahan video di channel YouTube pribadi keluarga, keduanya mengatakan saat ini Sue tengah mengandung. Mereka juga menunjukkan hasil USG dan mengungkapkan usia kandungan yang sudah berjalan 15 minggu.

"Jadi sekarang kalian tahu teman-teman, kami akan segera punya bayi lagi. Bayi akan lahir pada bulan April dan dalam waktu dekat kami mengetahui jenis kelaminnya. Saya berharap bayinya laki-laki,” tutur Sue tentang keluarga dia seperti yang Okezone kutip dari Metro, Selasa (22/10/2019).

 Perempuan memegang hasil USG

Ada alasan yang mendasari keluarga tersebut menginginkan anak laki-laki. Sebab dengan begitu mereka akan memiliki 11 pasang anak. Sekadar informasi, semula Sue dan suaminya berencana memiliki sembilan anak saja. Bahkan Noel sempat melakukan vasektomi setelah istrinya melahirkan anak kesembilan. Namun kenyataan berkata lain.

Sue dan Noel malah memiliki keinginan untuk menambah anak terus. Mereka merasa semacam kecanduan untuk memiliki anak. Sekadar informasi, pasangan ini menikah pada tahun 1993. Saat itu anak pertamanya telah lahir.

 Keluarga besar

Tak lama setelah pernikahan, mereka mendapatkan anak kedua. Satu setengah tahun setelah kelahiran anak kedua, anak ketiga pun lahir. Setelah itu, hampir setiap tahun pasangan memiliki anak baru. Anak ke-21 keluarga ini baru lahir pada November tahun lalu.

Perjuangan Sue dan Noel untuk merawat 21 anak tidaklah mudah. Mereka tinggal di rumah yang memiliki 10 kamar. Biaya yang dikeluarkan untuk menghidupi keluarga juga cukup besar yaitu £ 350 atau setara dengan Rp6,4 juta per minggu. Padahal pendapatan yang didapatkan dari usaha sebagai tukang roti tidak seberapa.

 Keluarga besar

“Tumpukan cucian berjalan tanpa henti. Saya harus menyiapkan 18 liter susu, empat gulungan tisu toilet, dan tiga kotak sereal setiap harinya,” ungkap Sue.

Pernah satu waktu keluarga itu ingin menonton di bioskop. Namun niat itu diurungkan karena biaya yang dikeluarkan sangatlah besar. Padahal waktu itu hujan sedang turun di tengah liburan dan anak-anak tidak bisa melakukan hal apapun untuk menghilangkan kebosanan. Belum lagi tiket untuk bepergian juga terbilang mahal.

“Kami jarang mendapatkan diskon ketika bepergian karena biasanya itu berlaku untuk keluarga dengan dua orang dewasa dan dua anak. Kami sering mencari berbagai kode diskon di internet dan mencoba menggunakannya tapi tidak berhasil,” ujar Sue.

 Keluarga besar

Pada akhirnya, keluarga tersebut memilih liburan dengan cara pergi berjalan-jalan ke pantai, taman, atau fasilitas umum lainnya yang tidak membutuhkan banyak biaya. Dengan bertambahnya anak, tentu keluarga ini harus terus kreatif memikirkan cara menghabiskan waktu bersama.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini