nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seniman Asal Padang Sampaikan Pesan Pluralisme Lewat Seni Lukisan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 21:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 22 406 2120420 seniman-asal-padang-sampaikan-pesan-pluralisme-lewat-seni-lukisan-eCPCQ3rvcs.jpg Seniman asal Padang sampaikan pesan pluralisme lewat lukisan (Foto : Dimas/Okezone)

Perkembangan industri seni Indonesia semakin menunjukkan geliatnya. Kini sudah banyak seniman-seniman muda yang turut mendorong kemajuan industri seni Tanah Air.

Bahkan menurut penuturan, Enrico Tanuwidjaja selaku Economic Research Head UOB Indonesia, saat ini generasi milenial memainkan peran penting dalam pengembangan seni dan budaya Indonesia. Selain menjadi pelaku industri, kian banyak generasi milenial yang mengapresiasi karya para seniman.

"Sebagai ekonom saya melihat ada fenomena yang disebut 'The Raising of Milennial' artinya, sekarang banyak anak-anak milenial yang lebih mengapresiasi karya-karya para seniman, bahkan mereka juga jadi pelaku di industri ini," tutur Enrico Tanuwidjaja, saat ditemui Okezone beberapa waktu lalu.

Liputan Dimas mantul

Menurut sejarahnya, perkembangan seni di Indonesia sendiri tidak terlepas dari tren mengoleksi lukisan yang sudah lama berkembang di kalangan pencinta seni lokal. Motifnya memang beragam.

Sebagian orang mengoleksi karya seni sebagai bentuk investasi, namun tak sedikit pula yang membeli lukisan sebagai objek estetik serta untuk mendukung para seniman.

Belakangan, seni lukis sering digunakan sebagai medium oleh para seniman untuk menyuarakan aspirasinya. Seperti karya Anagard yang berhasil mendapatkan penghargaan UOB Painting of The Year 2019 untuk karyanya yang bertajuk "Welcome Perdamaian, Goodbye Kedengkian".

Perupa graffiti ternama yang berusia 35 tahun dari Padang, Sumatera Barat, mengungkapkan gagasan karya yang terkait semboyan bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

Ia mengajak masyarakat untuk bertoleransi dan menerima perbedaan suku, kebudayaan dan kepercayaan, serta mencerminkan komitmen kuat bangsa Indonesia agar saling menghargai, saling menghormati dan menjaga perdamaian dalam bermasyarakat.

Anagard mengatakan bahwa dirinya terinspirasi oleh sebuah rumah ibadah yang dikenal sebagai Bukit Rhema di Magelang, Jawa Tengah, pengunjung dari berbagai negara dan latar belakang datang untuk mengeksplorasi spiritualitas diri.

Seni Lukis

Lukisan tersebut menggambarkan arsitektur unik dari rumah ibadah Bukit Rhema, yang memiliki atap berbentuk kepala merpati sebagai simbol perdamaian, untuk merepresentasikan multikulturalisme dan toleransi di Indonesia.

“Sebagai perupa profesional, saya ingin secara bebas mengekspresikan perlunya memiliki kesadaran dan apresiasi terhadap pluralisme yang sesuai dengan semboyan bangsa kita," terang Anagard.

Karya Anagard rupanya memberikan kesan tersendiri bagi para juri yang terdiri dari kurator dan praktisi seni Indonesia, antara lain Agung Hujatnikajennong, kurator lepas dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Arahmaiani, perupa kontemporer, dan Nirwan Dewanto, kritikus budaya.

Agung menjelaskan, dengan menggunakan teknik stensil pada aluminium yang unik, perupa ini telah menarik perhatian kami pada isu sosial yang membentuk masyarakat hari ini. Busana tradisional yang digunakan oleh sosok manusia dalam karya tersebut seringkali kita lihat pada acara pernikahan tradisional Indonesia yang menggambarkan aspek antar-budaya pada dua keluarga.

"Hal ini sangat diperlukan agar kita dapat merayakan keberagaman antar individu, semuanya merupakan bagian dari kelompok budaya yang lebih besar. Karena itu, untuk memelihara prinsip berbeda-beda tetapi tetap satu, kita patut hidup bertoleransi,” kata Agung.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur UOB Indonesia, Hendra Gunawan percaya bahwa komitmen jangka panjang terhadap perkembangan seni telah membantu perupa di seluruh Indonesia. Mereka menjadi terhubung pada lebih banyak peluang di panggung seni lokal dan internasional.

Seni Lukis keren

Kolaborasi strategis mereka dengan pemerintah dan institusi swasta juga mengemban misi bersama untuk mempromosikan para perupa generasi berikutnya kepada masyarakat secara keseluruhan.

“Kita telah melihat bagaimana perupa Indonesia telah mampu mendorong batasan kreatif mereka hinga tingkat regional dan saya berharap mereka dapat meraih kesuksesan yang lebih besar di masa yang akan datang dan terus menginspirasi masyarakat,” tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini