nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter Terawan Resmi Jadi Menteri Kesehatan, Ini Tanggapan Pakar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 16:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 23 481 2120740 dokter-terawan-resmi-jadi-menteri-kesehatan-ini-tanggapan-pakar-IU6GQKvYjT.jpg Dokter Terawan (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

Dokter Terawan Agus Putranto resmi menjadi menteri kesehatan di Kabinet Indonesia Maju menggantikan Nila Faried Moeloek. Pria yang terkenal dengan sebutan “Dokter Cuci Otak” tersebut akan bertugas selama periode 2019-2024.

Terpilihnya Dokter Terawan dalam mengawal kesehatan masyarakat di Tanah Air pun menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya ia pernah terlibat masalah dan dianggap melanggar kode etik kedokteran hingga dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pemecatan tersebut dilakukan karena hasil temuannya yang disebut Digital Substraction Angiogram (DSA). Teknik DSA dilakukan untuk menyembuhkan pasien yang mengalami stroke maupun gangguan saraf.

dr terawan

(Foto : Dewi/Okezone)

Melihat hal tersebut, Akademisi LPEM UI, Teguh Dartanto pun memberikan pandangannya terhadap Dokter Terawan. Menurutnya Dokter Terawan lebih mengarah ke tipikal kuratif yang fokus pada pelayanan kesehatan.

“Saya tidak mengenal lebih dalam, tapi jika dilihat dari sepak terjangnya kelihatannya pak menkes (Dokter Terawan) adalah tipikal kuratif yang lebih ke pelayanan kesehatan,” terang Teguh, saat diwawancarai Okezone, Rabu (23/10/2019).

Lebih lanjut Teguh pun mengaku belum pernah melihat Dokter Terawan menyinggung konteks besar terkait dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh sebab itu, ia pun berharap supaya menkes baru bisa cepat dalam memahami sistem terkait dengan JKN di Indonesia.

“Meskipun belum pernah melihat beliau berbicara tentang JKN, saya harap beliau bisa belajar dengan cepat dan paham. Sistem ini adalah sistem yang baik dan perlu dilanjutkan serta di dukung,” lanjutnya.

Dokter Terawan

Terkait dengan rapot merah yang dimiliki oleh Menkes Dokter Terawan di masa lalu, Teguh pun enggan memberikan banyak komentar. Ia hanya mengatakan bahwa setiap metodologi atau penemuan harus diuji secara klinis sesuai standar yang ada.

Uji Klinis

“Isu mengenai metode atau apapun, sepengetahuan saya di bidang kesehatan adalah metodologi atau penemuan baru harus diuji klinis dan diuji dengan standar yang ada. Ada standar baku yang harus dipenuhi tak bisa seenaknya,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini