nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG Pastikan Pesan WhatsApp Tentang Gelombang Panas yang Melanda Indonesia, Hoaks!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 21:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 23 612 2120947 bmkg-pastikan-pesan-whatsaap-tentang-gelombang-panas-yang-melanda-indonesia-hoaks-YE6zKQE9JN.jpg BMKG pastikan pesan gelombang panas akan melanda Indonesia hoax (Foto : Ist)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan pesan berantai yang beredar diberbagai platform media sosial, dan whatshapp bahwa Indonesia akan dilanda gelombang panas tidak benar alias hoaks.

Dalam pesan tersebut disampaikan Indonesia tengah dilanda gelombang panas. BMKG memastikan tenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia.

Berdasarkan data histori, suhu maksimum di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat Celsius. Data BMKG menyebut suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia sebesar 39,5 derajat celcius pada tahun 2015 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada Lintang menengah dan tinggi. Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Suhu Panas

Suhu panas akibat gerak semu matahari

Menurut siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (23/10/2019), suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.

Dalam arti lain, potensi suhu udara panas seperti saat ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya. Bahkan pada tanggal 20 Oktober terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi.

Ketiga stasiun antara lain, Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 C, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 C.

Cuaca panas

(Ilustrasi Cuaca Cerah di Jakarta/Dok.Okezone)

Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 C.

Masyarakat diimbau mengonsumsi air putih

BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini untuk minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi.

Minum Air Putih seger

Tindakan lain yang bisa dilakukan adalah mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan, serta mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang yang berpotensi terjadi di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini