Pria Sering Kerja Lembur, Berisiko 2 Kali Lipat Alami Kebotakan

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 24 481 2121328 pria-sering-kerja-lembur-berisiko-2-kali-lipat-alami-kebotakan-MRH7GRJ8mM.jpg Pria sering kerja lembur alami kebotakan (Foto: Metro.co.uk)

PEKERJAAN yang menumpuk terkadang membuat karyawan terpaksa kerja lembur untuk menyelesaikan. Tapi ada pula karyawan yang sengaja menambah jam kerjanya agar mendapatkan uang tambahan. Apapun alasannya, lembur tidak baik untuk kesehatan.

Sebuah penelitian baru menemukan pria yang bekerja lebih dari 52 jam seminggu alias kerja  lembur dua kali lebih mungkin untuk alami masalah kebotakan. Hasil ini didapatkan setelah peneliti melakukan studi terhadap 13 ribu pria di Korea Selatan dengan rentang usia 20-59 tahun. Para pria yang menjadi peserta penelitian telah diikuti selama empat tahun.

 Ilustrasi kerja lembur

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Sungkyunkwan kemudian mengelompokkan pria tersebut berdasarkan jumlah jam kerja dan faktor-faktor lain seperti status, pendapatan, serta kebiasaan merokok. Setelah dianalisis, ditemukan ada hubungan yang signifikan antara jam kerja berlebihan atau lembur dengan kebotakan.

Saat kerja lembur, para pekerja cenderung mengalami stres. Hal itu dapat menyebabkan perubahan hormonal di kulit kepala dan menghambat pertumbuhan folikel rambut. Hasil yang sama pernah diungkapkan oleh penelitian sebelumnya. Dalam penelitian itu dikatakan stres menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut.

Melihat hasil penelitian ini, para ahli mendesak para pemilik perusahaan untuk mempertimbangkan jam kerja yang lebih baik bagi karyawannya. Sebab jam kerja berlebih tak hanya menyebabkan rambut rontok. Tetapi juga serangkaian efek samping negatif lainnya terhadap kesehatan.

 Ilustrasi kerja lembur

"Hasil penelitian ini menunjukkan jam kerja yang panjang secara signifikan terkait dengan peningkatan perkembangan alopecia (kebotakan) pada pekerja pria. Batasan jam kerja untuk mencegah perkembangan kebotakan ini mungkin lebih diperlukan bagi pekerja muda yaitu mereka yang berusia 20-an dan 30-an," ujar penulis utama penelitian, Kyung-Hun Son seperti yang Okezone kutip dari Mirror, Kamis (24/10/2019).

Di usia 20-an dan 30-an sekarang ini tanda-tanda kebotakan sudah mulai muncul. Maka menjadi penting untuk melakukan pencegahan.

"Intervensi preventif yang bisa dilakukan adalah mempromosikan jam kerja yang sesuai dan wajar seperti yang dianjurkan," imbuh Kyung-Hun Son. Jadi, bagi para karyawan khususnya pria yang senang kerja lembur tapi merasa tak percaya diri apabila rambutnya botak, ada baiknya bekerja sesuai waktu yang disarankan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini