Menilik Keputusan Raffi Ahmad Istirahat dari Dunia Hiburan, Ini Kata Psikolog

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 25 196 2121528 menilik-keputusan-raffi-ahmad-istirahat-dari-dunia-hiburan-ini-kata-psikolog-1KZXDOU5wK.jpg Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Foto: raffinagita1717/Instagram)

Raffi Ahmad tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia menyusul keputusannya pamit sementara dari dunia hiburan untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Selain karena alasan kesehatan, presenter 32 tahun itu mengaku ingin lebih memaksimalkan waktu untuk keluarga kecilnya.

Kabar tersebut menarik perhatian Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi. Kepada Okezone, wanita yang akrab disapa Mei itu mendukung penuh keputusan Raffi Ahmad untuk rehat sejenak dari dunia hiburan.

Dengan demikian, suami Nagita Slavina itu memiliki banyak waktu luang untuk memperhatikan tumbuh kembang putra semata wayangnya, Rafathar Malik Ahmad.

 Keluarga artis

"Kehadiran sosok ayah itu sangat penting bagi tumbuh kembang anaknya. Ayah turut memberikan kontribusi penting, karena melalui pengalaman anak bersama ayah akan mempengaruhi anak hingga dewasa," terang Psikolog Mei saat dihubungi via sambungan telefon, Jumat (25/10/2019).

Mei menjelaskan, sosok ayah dalam keluarga bukan sekadar bertanggung jawab terhadap kebutuhan finansial keluarga, namun harus ada interaksi langsung dengan anak seperti bermain, liburan, dan belajar bersama. Begitu pula Raffi Ahmad bagi putranya.

Ada banyak sekali penelitian tentang peran penting seorang ayah bagi anak. J Verkuyl menyebutkan, peran penting seorang ayah pada tahun-tahun pertama dalam kehidupan anak adalah membantu ibu memberikan perawatan.

Laki-laki dan perempuan

Setelah itu, ia harus menjadi kepala keluarga yang berwibawa dan melindungi kehidupan keluarganya. Sementara dalam buku karya Richard C Halverson (2002), seorang ayah bertanggung jawab pada 3 hal utama.

Pertama, mereka harus mengajarkan anaknya tentang Tuhan dan mendidik mereka dalam ajaran Agama. Kedua, ayah harus mengambil peran sebagai pimpinan dalam keluarga. Ketiga, ayah harus bertanggung jawab dan mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan. Dalam arti lain, ayah menjadi figur otoritas dalam keluarga.

Menilik penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa sosok ayahlah yang berkontribusi besar dalam membentuk karakter anaknya.

"Tidak hanya membentuk karakter, seorang ayah juga harus mengenalkan pendidikan seks kepada anak laki-lakinya. Dia yang harus pertama kali mengajarkan, bukan dari guru atau orang lain. Begitu pula dengan anak perempuan, dia harus belajar pendidikan seks harus langsung dari ibunya," tegas Mei.

Mei pun berpesan agar Raffi Ahmad bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ia memiliki hampir semua yang diinginkan setiap laki-laki. Dengan bersyukur, ia akan menghargai apa yang ia miliki saat ini.

"Raffi juga harus ingat, investasi yang dia lakukan buat istri dan anaknya saat ini bukan hanya materi, tapi waktu yang berkualitas. Karena hal ini tidak akan pernah bisa terulang," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini