nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Kurang Aktif Bereksplorasi, Psikolog: Orangtua Perlu Kreatif

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 13:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 25 196 2121557 anak-kurang-aktif-bereksplorasi-psikolog-orangtua-perlu-kreatif-TYDcY8RxUq.jpg Ilustrasi (Foto: Holmesplace)

Usia 1-5 tahun adalah golden age bagi setiap anak. Di masa itulah anak mulai mengeksplorasi lebih jauh hal-hal yang ada di sekitarnya. Rasa ingin tahu dan penasaran yang tinggi membuat anak mencoba melakukan apapun. Orangtua perlu hadir memberikan arahan dan stimulasi kepada anak agar mereka tidak salah mengerti.

Di sisi lain, kegiatan eksplorasi yang dilakukan anak dapat membantu orangtua mengenali minat anaknya. Oleh karena itu, saat anak melakukan eksplorasi dan menunjukkan minatnya, sebisa mungkin orangtua perlu memberikan respons yang antusias. Hal itu akan membuat anak lebih bersemangat untuk mencari tahu.

 Ibu dan anak

Namun tipe kepribadian anak berbeda-beda. Menurut psikolog klinis anak Kantiana Taslim, ada anak yang karakternya aktif sehingga ia lebih aktif dan bersemangat ketika melakukan eksplorasi.

Perlu diketahui orangtua juga, ada anak yang karakternya butuh waktu untuk beradaptasi sebelum mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Anak dengan karakter ini biasanya akan diam lebih dahulu dan ketika sudah merasa nyaman baru mencari tahu lebih lanjut.

"Tapi ada juga anak yang difficult, apa-apa enggak mau. Di sinilah tugas orangtua untuk membuat anak terdorong untuk mencari tahu. Sebab bagaimanapun di usia balita sebenarnya masa-masa anak bereksplorasi," ujar psikolog yang akrab disapa Nana itu saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Kamis (24/10/2019) di kawasan Jakarta Timur.

Nana menekankan, eksplorasi merupakan aspek perkembangan anak. Oleh karena itu, orangtua harus berperan aktif dan mencari cara agar kebutuhan perkembangan anak terpenuhi. Bila anaknya kurang memiliki keinginan untuk mencari tahu, maka orangtua perlu kreatif memberikan paparan stimulasi kepada anak.

"Kalau berbicara perkembangan anak di usia balita, cara untuk meningkatkan rasa keingintahuan mereka adalah memberikan banyak paparan. Paparannya bisa macam-macam lewat berbagai aktivitas seperti ajak anak masak bersama. Enggak usah minta mereka sampai motong-motong, tapi nyiangin sayuran atau ketika bikin kue ikut membuat adonan," ucap Nana.

Bentuk paparan yang lain adalah memasukkan anak ke taman bermain. Di sana anak bisa belajar bergaul, bermain berbagai hal, dan mendapatkan banyak keterampilan baru. Anak bisa juga diikutkan les berenang atau melakukan aktivitas kreatif lainnya seperti bermain lego, menggambar, dan membuat handcraft.

"Jadi kuncinya anak terpapar berbagai aktivitas melalui berbagai macam cara yang bisa dilakukan oleh orangtua. Makanya orangtua harus sekreatif mungkin supaya anaknya enggak bosan," pungkas Nana.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini