nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Punya Teman Khayalan di Hidupnya, Lumrah atau Tidak?

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 18:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 25 196 2121758 anak-punya-teman-khayalan-di-hidupnya-lumrah-atau-tidak-17KyZok8k7.jpg Anak punya teman khayalan (Foto: Babysmiles)

SETIAP orangtua pasti kerap menemui anaknya yang bicara sendiri atau malah punya teman khayalan. Dari sisi psikologi, ternyata itu merupakan hal yang lumrah kok.

Tapi tak sedikit orangtua khawatir ketika si kecil punya teman khayalan. Anda mengira kalau anak-anak diganggu makhluk gaib yang tentu menyeramkan.

Psikolog Meity Arianty menyebutkan, sekira 25 persen sampai 45 persen anak usia 3-7 tahun memiliki teman khayalan. Sebagian besar anak memiliki teman khayalan tidak nyata. Namun ada juga yang mengaggap boneka sebagai teman khayalannya .

 Teman khayalan

"Biasanya anak perempuan yang lebih byk memiliki teman khayalan dibanding anak laki-laki," ucap Mei saat dihubungi Okezone.

Di sosok lain, terangnya, banyak orangtua mengagap anak yg memiliko teman khayalan karena kesepian. Mereka tidak punya teman dalam kehidupan nyata sampai dinilai introvert.

Sementara ketika anak memiliki teman khayalan, mereka justru pendiam atau malah terkesan lebih akrab. Tentu hal ini akan menyenangkan buat si kecil dong.

"Di usia anak-anak, mereka mengembangkan imajinasi, menjadi merasa melakukan interaksi sosial ketika ada yang dianggapnya teman. Sehat atau tidak, sebenarnya tergantung," sambung Mei.

Di beberapa penelitian menyebutkan, ketika anak punya teman khayalan, justru ada manfaatnya lho. Pastinya dapat memberikan anak-anak rasa kontrol emosi dan perasaan mereka, membantu anak membangun hubungan dan mengendalikan perubahan, anak dapat memahami situasi, hingga membantu anak mengelola konflik.

 Teman khayalan

Maka itu, orangtua tidak perlu khawatir kalau anak memiliki teman khayalan. Malahan yang harus dilakukan adalah memahami dan mencoba mengerti anak-anak.

"Biasanya anak yang memiliki teman khayalan cenderung kreatif, riang, mandiri, mudah bersosialisasi. Saat anak sudah mulai masuk sekolah dasar teman khayalannya akan pelan-pelan hilang," tutur Mei.

 Teman khayalan

Namun, saat anak malah bersikap aneh karena teman khayalan tersebut, bahkan sampai mengganggu sebaiknya ke konsultasi ke psikolog. Orangtua harus mendapatkan informasi lebih jelas agar dilakukan pemeriksaan kepada sang anak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini