nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anjing Dicat Mirip Panda, Kafe Instagramable Asal China Ini Dicekal Aktivis Hewan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 13:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 25 406 2121612 anjing-dicat-mirip-panda-kafe-instagramable-asal-china-ini-dicekal-aktivis-hewan-x9oTbn3Cmq.jpg Anjing dicat mirip panda (Foto: AFP)

Sebuah kafe asal China dicekal para aktivis karena dianggap telah melakukan penyiksaan terhadap anjing. Kejadian ini bermula saat The Cute Pet Games café viral di media sosial.

Berkat tampilan kafenya yang instagramable dan dipenuhi hewan-hewan menggemaskan seperti panda, The Cute Pet Games café langsung menarik perhatian banyak netizen untuk menyambangi kafe mereka. Salah satu daya tariknya adalah kehadiran gerombolan anjing menggemaskan yang siap menghibur para pengunjung.

 Hewan di kafe

Menariknya, keenam anjing jenis Chow-Chow itu sengaja dicat hitam putih agar menyerupai panda. Ide tersebut datang dari sang pemilik kafe yang diketahui bermarga Huang. Ia nekat mengecat anjing-anjing tersebut agar terlihat seperti hewan nasional China.

Ide Huang rupanya sukses membuat banyak pengunjung berdatangan ke kafe miliknya. Ya, selain menyajikan beragam makanan dan minuman lezat, kafe ini juga menyediakan jasa mewarnai hewan peliharaan kepada para pengunjung yang tertarik.

 Hewan di kafe

Sayangnya, praktik ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan pencinta hewan dunia. Sejumlah aktivis hewan juga telah melayangkan kritikan tajam atas tindakan Huang dan para pegawainya. Mereka berasumsi bahwa Huang telah melakukan penyiksaan hewan karena pewarna yang mereka gunakan berpotensi merusak bulu dan kulit anjing.

Wakil Presiden Senior PETA Lisa Lange menyebut aksi itu dengan istilah ‘stressful’ saat diwawancara oleh Fox News.

“Ada cara yang jauh lebih baik untuk menunjukkan apresiasi kepada panda daripada mewarnai bulu anjing yang kulitnya sangat sensitif. Mewarnai anjing dengan cat berbahan kimia itu dapat memicu alergi pada kulit, hidung, dan mata mereka,” tegas Lisa.

Oleh karena itu, PETA mendesak agar para pengunjung menghindari tempat-tempat yang disinyalir melakukan eksploitasi terhadap hewan hanya untuk menambah pundi-pundi uang mereka, serta mendapat banyak likes di media sosial.

Kasus ini ternyata berhasil menarik perhatian sejumlah netizen dari berbagai negara. Mereka turut mengecam tindakan Huang yang sengaja mewarnai anjing-anjing tersebut demi menarik perhatian pengunjung.

“Tindakan ini sangat-sangat tidak pantas dilakukan. Kapan China bisa menghormati semua hewan? Aku tidak akan pernah mengunjungi negara tersebut,” tulis akun @Sluglisme2.

“Anjing adalah anjing. Mewarnai anjing tidak akan membuat mereka menjadi panda. Mereka adalah makhluk hidup seperti kita. Kalian melukai mereka agar penampilannya terlihat lebih lucu?,” tulis akun @marsillano.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Huang bersikeras mengatakan bahwa anjing-anjingnya bahagia dan sehat. Ia juga mengaku mengimpor perwarna dari Jepang yang diklaim tanpa bahan kimian atau beracun.

“Setiap kali kami mewarnai anjing, harganya saja Rp2,9 juta. Pewarna ini sangat-sangat mahal,” kata Huang kepada Hongxing News.

Sekadar informasi, mewarnai hewan peliharaan telah menjadi tren yang sangat populer di China sejak awal 2010. Demikian dilansir dari Foxnews, Jumat (25/10/2019).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini