Terlalu Banyak Berpikir Bisa Percepat Kematian, Ini Kata Peneliti!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 25 481 2121514 terlalu-banyak-berpikir-bisa-percepat-kematian-ini-kata-peneliti-ynv6CI2s16.jpg Ilustrasi (Foto: Themuse)

Semakin banyak pikiran, semakin 'mumet' otak Anda. Hal ini ternyata berdampak pada kematian.

Ya, studi dari Harvard Medical School menemukan fakta bahwa terlalu banyak hal yang dipikirkan dan berusaha keras untuk bisa selesaikan semuanya sekali jalan mempercepat kematian.

Peneliti telah berpuluh-puluh tahun mempelajari unsur-unsur yang dapat menyebabkan bagaimana hidup seseorang bisa lebih lama atau lebih cepat meninggal. Salah satu temuan yang mengejutkan adalah pejalan cepat akan mendapatkan hidup yang lebih lama.

 Perempuan memegang kepala

Di sisi lain, mereka yang terlalu banyak berpikir akan mendapati kematiannya lebih cepat. Peneliti Harvard melakukan penelitian ini pada mereka yang berusia 60-an dan 70-an, hingga mereka yang berusia 100 tahun bahkan lebih.

Dalam penelitiannya ditemukan bahwa mereka yang kadar protein dalam otak rendah di usia di bawah 80 tahun akan meninggal lebih cepat. Protein rendah di otak tersebut disebut REST.

Di penelitian lain, penderita Alzheimer memiliki kandungan protein dalam otak yang sangat sedikit. Hal ini yang kemudian membuat mereka rentan akan kematian.

Dilansir Okezone dari 10tv, pada penelitian terbaru, para peneliti menggunakan tikus dan cacing untuk menguji bagaimana REST berperan dalam rentang hidup. Ketika peneliti meningkatkan jumlah REST dalam cacing, aktivitas otaknya menurun dan ini yang kemudian membuat cacing hidup lebih lama.

Studi ini juga menguji, ketika tikus yang jumlah proteinnya rendah, membuat otaknya lebih sibuk. Bahkan, di beberapa tikus yang kadar proteinnya sangat rendah, tubuhnya kejang.

The Washington Post sempat berbincang dengan Wakil Presiden Penelitian Penuaan Cynthia Kenyon di Calico Labs dan menurutnya penelitian ini menarik.

"Saya pikir ini semua tentang terlalu aktifnya otak, makanya eksitasi di luar kendali," katanya.

Dia melanjutkan, neuron-neuron yang ada di dalam otak memang harus tetap aktif, tapi jangan kemudian karena itu juga tubuh Anda malah menjadi bermasalah sampai akhirnya menyebabkan kematian.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini