nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tutupi Defisit BPJS Kesehatan, Menkes Terawan Janji Sumbangkan Gaji Pertama

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 14:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 25 481 2121621 tutupi-defisit-bpjs-kesehatan-menkes-terawan-janji-sumbangkan-gaji-pertama-oU0Rgc0Xfj.jpg Menkes Terawan. (Foto: Okezone/Arief)

MASALAH defisit BPJS Kesehatan yang tak kunjung usai perlahan-lahan diselesaikan pemerintah. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun bernjanji menyumbangkan gaji pertamanya untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan tersebut.

Menurut Menkes Terawan, hingga kini BPJS Kesehatan selalu tekor dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Banyak penyakit yang menghabiskan dana besar, juga menjadi faktor defisit.

"Kemenkes akan mengawali membantu defisit. Kalau pribadi, saya akan serahkan gaji pertama sebagai menteri dan tukin (tunjangan kinerja) saya, Sekjen Kemenkes pun menyetujui," ucap Menkes Terawan di Gedung BPJS Kesehatan, kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

 BPJS Kesehatan selalu tekor dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sayangnya, Menkes Terawan tidak mengungkapkan berapa besaran gaji dan tunjangannya tersebut. Namun, dia dengan sukarela akan menyumbangkan gaji pertamanya.

Menurutnya, dia tidak tega kalau selalu melihat masyarakat terhambat dapat pelayanan kesehatan, lebih-lebih akibat dari permasalahan defisit BPJS Kesehatan ini.

"Gaji pertama itu buat seseorang adalah gaji yang harus diserahkan kepada yang Maha Kuasa. Karena itu saya lihat rakyat yang bermasalah, yang menderita karena persoalan ini, maka tergerak hati saya dan kementerian saya untuk kontribusi. Ya kalau dihitung tidak banyak," ungkapnya.

Menkes Terawan menambahkan, gerakan moral ini rupanya bakal diterapkan ke seluruh pegawai Kementerian Kesehatan. Semua diimbau untuk menyumbangkan gajinya kepada BPJS Kesehatan, namun sifatnya hanya sukarela.

"Setelah saya, lalu diikuti oleh karyawan Kemenkes secara sukarela untuk memberikan (gajinya) kepada BPJS Kesehatan, silakan diatur," tambah Menkes Terawan.

Setelah BPJS Kesehatan menerima gaji pertamanya, Menkes Terawan meminta untuk disampaikan kepada publik secara transparan. Sebabnya dia tidak ingin melanggar aturan, apalagi ini bersifat pribadi.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengapresiasi niat baik Menkes Terawan, yang mau membantu menutupi defisit BPJS Kesehatan. Jangan melihat nilainya yang kecil, namun niatnya tersebut harus diapresiasi.

"Kita harus apresiasi, kita hargai ini. Menurut saya ini out of the box, tiba-tiba Menkes bilang, Pak Fahmi saya ingin ingin menyumbangkan gaji saya untuk masuk ke program yang dikelola BPJS Kesehatan," tutur Fahmi.

saya ingin ingin menyumbangkan gaji saya untuk masuk ke program yang dikelola BPJS Kesehatan,

Melanjuti hal tersebut, Fahmi juga akan menyiapkan regulasi dan mekanisme. Fahmi siap bertanggung jawab karena urusannya langsung ke masyarakat.

"Kami siapkan mekanismenya. Jangan sampai nanti ada uang dari masyarakat kita tidak dapat pertanggung jawabkan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini