nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyintas Kanker Banyak Pantangan Makanan? Ini Kata Dokter

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 26 Oktober 2019 20:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 26 481 2122087 penyintas-kanker-banyak-pantangan-makanan-ini-kata-dokter-ogmLm4eCyn.jpeg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi salah satu perhatian utama di Indonesia. Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per seribu penduduk di 2013 menjadi 1,79 per seribu penduduk di 2018.

Dijelaskan oleh dr. Rebecca N.Angka,M. Biomed dari Yayasan Kanker Indonesia, kanker sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh multi faktor. Namun hanya 5-10 persen saja yang disebabkan oleh faktor genetik.

Nah, selebihnya disebabkan oleh faktor eksternal, seperti makanan sebesar 30-35 persen, hingga obesitas 10-20 persen. Inilah mengapa menjaga pola makan dan berat badan sangat diperlukan untuk menekan risiko kanker.

 Kanker

Masih berhubungan dengan makanan dan kanker itu sendiri, ada rumor yang menyebutkan bahwa seorang penyintas kanker banyak sekali mempunyai pantangan jenis makanan. Tapi sebetulnya apakah benar penyintas kanker tidak boleh makan ini dan itu?

Dijelaskan oleh DR. dr. Fiastuti Witjaksono, MS,SpGK (K), rumor soal begitu banyak pantangan makanan untuk penyintas kanker itu sebetulnya tidak sepenuhnya benar. Justru seharusnya penyintas kanker mendapatkan nutrisi yang sesuai, salah satunya kebutuhan kalori yang terpenuhi.

“Sebetulnya enggak ada pantangan, justru kebutuhan kalori pasien harus terpenuhi. Kalau enggak terpenuhi, nanti HB bisa turun. Kalau tidak salah jika di bawah 10, terapinya malah bisa tertunda," ujar DR. dr. Fiastuti kala dijumpai Okezone, Sabtu (26/10/2019) dalam acara “Seminar Caring People 2019-Nutrisi yang Sesuai untuk Pasien Kanker” di Gedung Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta Selatan.

 Sayuran

Ia melanjutkan, kalori penyintas kanker harus terpenuhi dengan makan sumber protein tinggi. Contohnya ikan yang mengandung omega 3, makan ayam jangan pakai kulitnya, daging jangan yang berlemak, ditunjang sayur dan buah yang cukup setiap hari.

Dokter Fiastuti menambahkan, penyintas kanker harus paham betul bahwa pengaturan nutrisi jadi salah satu faktor penting dalam penyembuhan. Sebab, terapi nutrisi yang sesuai dapat membantu meningkatkan keberhasilan dari terapi yang dijalani, baik itu kemoterapi ataupun radioterapi.

“Jika pasien nutrisinya tidak sesuai, dia enggak akan punya energi yang cukup untuk beraktivitas ataupun menunjang obat kemoterapi maupun sinar radiasi dari radioterapi. Biasanya memang pasien kanker enggan mengonsumsi makanan sesuai anjuran tenaga medis karena efek samping kayak mual, sariawan, muntah, atau diare. Ini tantangan, tapi jika pasien memang menghadapi kesulitan konsumsi oral, bisa diberikan nutrisi enternal (makanan cair) baik itu natural atau formula komersial,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini