Share

Kuliah Seharga Mobil Fortuner, Berapa Ya Gaji Dokter Gigi?

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 27 Oktober 2019 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 27 612 2122240 kuliah-seharga-mobil-fortuner-berapa-ya-gaji-dokter-gigi-SO1utRCyXM.png Ilustrasi Dokter. (Foto: Shutterstock)

KETIKA melihat seseorang yang berprofesi sebagai dokter, bayangan Anda pasti akan memikirkan besaran gaji yang didapatkan. Terlebih kalau sudah mendalami ilmu spesialis, jaminannya bisa hidup mapan dan bahagia.

Tak heran kalau dokter sering digadang-gadang menjadi menantu idaman. Selain pintar dan bijaksana, bisa juga dikenal tajir melintir.

Percaya atau tidak, kalau dibandingkan dengan perjuangannya selama masuk Fakultas Kedokteran (FK) atau Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), gaji yang didapatkan mereka saat mulai bekerja, sebenarnya tidak sefantastis yang dibayangkan.

Biaya kuliah per semester sudah puluhan juta, ditambah membeli perlengkapan alat medis yang mendasar untuk praktikum, hingga uang jajan sehari-hari.

Untuk saat ini, biaya per semester untuk menjadi mahasiswa FK sekira Rp45 juta. Pertama kali masuk, Anda juga harus menyiapkan uang pangkal yang tidak murah. Nah, kalau dihitung-hitung selama 6 tahun kuliah, bujetnya bisa buat beli rumah ya sepertinya!

Banyak sekali macamnya dan sekali beli harganya tidak murah.

Khusus FKG juga bujet kuliah akan lebih mahal, ditambah harus membeli peralatan medis untuk kesehatan gigi. Banyak sekali macamnya dan sekali beli harganya tidak murah.

Seperti curahan hati Dokter Gigi Eko, mahasiswa FKG angkatan 2007, yang kini sudah praktik di dua klinik gigi. Menurutnya, selama dia kuliah 7 tahun sebelum menjadi dokter gigi, biaya kuliah yang harus dikeluarkan seharga satu unit mobil Fortuner.

"Pertama masuk kuliah dulu uang pangkal Rp65 jutaan. Biaya semester Rp6 juta, belum beli perintilan alat-alat untuk kesehatan gigi dan mulut. Kalau ditotal sampai lulus kuliah, ya Rp500 jutaan," ucap Dokter Gigi Eko, saat dihubungi Okezone.

Setelah melewati perjuangan menimba ilmu di FKG, Dokter Gigi Eko memutuskan praktik di dua klinik di Kabupaten Bekasi. Dia juga membongkar kisaran gaji dokter gigi zaman sekarang.

Menurutnya, kalau niatnya ingin balik modal biaya kuliah, tentu tak akan sebanding. Karena ternyata gaji dokter gigi di klinik terbilang pas-pasan Okezoners.

"Kalau masalah gaji untuk di klinik itu per sekali datang. Kalau saya datang itu dapat, kalau absen ya enggak dapat, tapi kita harus cari dokter pengganti, saya enggak dapat duit di situ," beber Dokter Gigi Eko.

Namun, kebijakan kembali pada klinik masing-masing

Dia menegaskan, umumnya dokter gigi tidak punya gaji pokok bulanan. Namun, kebijakan kembali pada klinik masing-masing. Karena dokter gigi yang praktik di klinik, hanya sekedar mitra kerja saja.

Dokter Gigi Eko juga mengungkapkan besaran gaji yang didapatkan setiap datang ke klinik. Ternyata tidak besar jumlahnya, seperti yang mungkin Anda bayangkan.

"Biasanya per uang duduk itu kisaran Rp250 ribu sampai Rp400 ribu per hari, per datang. Itu berlaku 6 hari Kerja. Kecil gaji kita sebenarnya," terangnya.

Sementara itu, ketika dokter gigi praktik di klinik BPJS Kesehatan, bayaran gajinya pun sesuai kapitasi yang telah ditentukan. Ketika ada pasien umum, dokter dan klinik biasanya melakukan cost sharing. Sekira 40 persen untuk dokter, sementara kliniknya mengambil 60 persen.

"Dokter gigi BPJS Kesehatan kapitasi yang didapatkan biasanya Rp3 ribu sampai Rp10 ribu per pasien. Untuk uang duduk per harinya pasti dapatnya lebih kecil," bebernya.

Dokter Gigi Eko menyebutkan, persaingan dokter gigi di era sekarang begitu ketat. Ketika tidak punya keahlian, pasti tidak akan dilirik salah satu klinik atau pasiennya.

"Kalau dokter gigi umum kalau sudah terkenal biasanya ada keahlian. Zaman sekarang kalau tidak spesialis mungkin tidak dilihat. Karena banyaknya klinik BPJS Kesehatan di mana-mana," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini