nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Ashraf Sinclair Jadi Pelayan Bar Sebelum Jadi Artis

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 28 Oktober 2019 20:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 28 298 2122814 cerita-ashraf-sinclair-jadi-pelayan-bar-sebelum-jadi-artis-qrVwSMQHQ6.jpeg Cerita Ashraf Sinclair (Foto : Dimas/Okezone)

Nasib orang memang tidak ada yang bisa menebak. Begitu pula dengan Ashraf Sinclair. Suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari ini tidak pernah menyangka bisa menjadi salah satu artis papan atas Indonesia.

Saat ditemui Okezone beberapa waktu lalu, Ashraf Sinclair menuturkan bahwa tawaran untuk bermain film pertama kali datang saat dirinya masih bekerja sebagai pelayan di sebuah bar dan restauran di Kuala Lumpur. Memutar kembali kenangan 16 tahun silam, Ashraf memulai ceritanya.

Tawaran bermain film

Setelah lulus SMA, Ashraf mengaku sempat dihadapai oleh sebuah dilema. Di satu sisi ia ingin sekali melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Di sisi lain ia ingin mencari pengalaman bekerja. Kesempatan yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang juga.

Ashraf Sinclair

“Ceritanya tahun 2003 itu bingung mau masuk langsung masuk kuliah atau kerja dulu. Terus pas lagi jalan-jalan ke mall, ada satu restoran yang mau buka dan mereka sedang mencari pelayan dan bartender. Di situ aku sempat mikir, kenapa enggak? Mungkin ilmunya nanti terpakai di masa mendatang,” ungkap Ashraf Sinclair.

Keputusan Ashraf Sinclair untuk bekerja sebagai pelayan juga tidak terlepas dari fakta bahwa restoran tempat ia bekerja benar-benar baru dibuka di Malaysia. Dalam arti lain, akan ada banyak pelatihan yang diberikan pihak restoran kepada para pegawai baru.

Benar saja, satu bulan pertama Ashraf menjalani pelatihan intensif bersama rekan-rekan kerjanya. Pelatihan tersebut memang sengaja diberikan menjelang grand launching untuk membekali para pelayan agar maksimal dalam melayani para customer. Kebetulan Ashraf juga terpilih menjadi salah satu bagian dari opening team TGI Fridays Malaysia yang pertama.

“Di sini saya belajar bagaimana berinteraksi dengan tamu, meningkatkan penjualan produk makanan dan minuman, dan masih banyak lagi. Sebenarnya aku cuma jadi pelayan selama kurang lebih 6 bulan. Tapi itu pengalaman yang sangat luar biasa, karena setiap hari restoran sangat sibuk sekali,” kenang Ashraf.

Ashraf Sinclair ganteng

Saking sibuknya, Ashraf harus siap stand by selama kurang lebih 13 jam, mulai dari pukul 11.00 – 00.00 waktu setempat. Terkadang ia sampai tidak memiliki waktu istirahat, karena jumlah pegawai restorannya pada saat itu sangat terbatas.

Namun, pada saat bekerja di restoran inilah Ashraf menemukan titik balik dalam kehidupannya. Selain mendapat banyak pelajaran hidup, di tempat tersebut ia juga mendapat tawaran untuk bermain film dari salah seorang pelanggan setianya.

“Ada salah satu tamu, dia emang regular customer dan dia dia produser. Dia sempat nawarin aku untuk casting film. Kebetulan, sebelumnya aku memang pernah terjun di dunia entertainment tapi hanya jadi bintang iklan. Ya semacam freelance sambil kuliah. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti bekerja,” kenang Ashraf.

Pengalaman berharga selama menjadi pelayan

Kini, setelah 15 tahun berkarir di dunia entertainment, Ashraf mengaku masih menerapkan pelajaran yang ia dapatkan saat masih menjadi pelayan. Apalagi ia memiliki sebuah penglaman berharga yang masih membekas di hati dan pikirannya.

Kejadian tersebut bermula saat Ashraf harus melayani sebuah keluarga yang datang untuk menikmati makan siang di tempatnya bekerja. Ia ingat betul, keluarga kecil itu membawa dua anak kecil yang sangat menggemaskan.

Kala itu, mereka memesan sejumlah makanan dan empat makanan penutup. Namun saat hendak menyajikan makanan utama (main course), Ashraf menyadari bahwa salah seorang anak tidak mendapatkan bagiannya. Setelah ditelusuri, hal tersebut ternyata karena kesalalahan Ashraf yang lupa memasukkan daftar pesanan secara lengkap.

“Aku inget banget muka anak itu udah bete banget karena kelaparan. Pas cek di sistem emang aku yang lupa masukin. Ada 4 main course tapi yang datang cuman 3. Aku ingat banget dulu makanannya chicken fingers. Di situ aku belajar mengambil tanggung jawab. Aku ke mejanya dan minta maaf,” ungkap Ashraf.

Sinclair cakep

“Aku langsung ngomong ke manager meski harus dimarahin dulu. Tapi aku terus memohon agar orderan dia didahulukan, karena itu anak kecil udah mau nangis kelaparan. Di saat itu lah aku belajar bertanggung jawab, admit my mistake. Orangtuanya semapt kesal, tapi dengan momen kejujuran itu mereka cukup senang. Sampai sekarang aku masih ingat muka anaknya,” tambahnya.

Ashraf pun mengaku tidak pernah merasa malu dengan masa lalunya yang pernah bekerja sebagai pelayan. Justru berkat pengalaman-pengalaman berharga yang ia dapatkan itulah, ia jadi lebih leluasa berinteraksi dengan orang-orang baru saat terjun ke industri hiburan.

“Jadi pelayan adalah salah satu momen dalam hidup aku yang aku banggakan. Di luar pekerjaan kita memang punya pribadi masing-masing. Tapi saat aku kerja, aku menunjukkan pribadi aku yang sesungguhnya ‘the real you’," tutup salah satu Founder TGI Fridays Indoensia itu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini