nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPOM Ungkap Kiat Atasi Peredaran Obat Palsu di Forum WHO

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 28 Oktober 2019 14:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 28 481 2122649 bpom-ungkap-kiat-atasi-peredaran-obat-palsu-di-forum-who-BZUn0Fu00U.jpg Ilustrasi (Foto : BMI System)

Pencegahan beredarnya obat palsu tengah diupayakan oleh BPOM. Karena ini menjadi perhatian khusus yang berdampak meresahkan masyarakat.

Itu akibat dari peredaran obat ilegal dan obat palsu yang merambah pada perdagangan online. Maka itu, pemerintah lewat BPOM dan WHO berusaha meminimalisir peredaran obat palsu.

Salah satu langkah pencegahannya yakni Kepala BPOM Penny K Lukito menghadiriri Member States Mechanism on Substandard and Falsified Medical Products (MSM-SFMP) ke-8 di Markas Besar WHO, di Jenewa-Swiss pekan lalu.

Obat Palsu

Menurutnya, forum tersebut merupakan kolaborasi global untuk mengatasi peredaran obat substandar dan palsu yang melibatkan sejumlah negara.

"Kami juga membangun sistem yang meliputi upaya pencegahan (prevention), pelaporan deteksi (detection), dan respon cepat (responsive) untuk mengeradikasi peredaran obat palsu dan substandar," ucap Penny lewat siaran pers yang diterima Okezone, Senin (28/10/2019).

Di forum tersebut, Penny berbagi pengalaman yang telah dicapai BPOM. Khususnya dalam menangani peredaran obat substandar dan palsu untuk memberikan jaminan akses obat yang aman, berkhasiat, dan bermutu kepada masyarakat.

Obat Palsu lagi

Dia menuturkan, upaya penanggulangan obat palsu sejalan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, produktivitas rakyat dan kesejahteraan masyarakat. Itu telah diwujudkan BPOM melalui pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat (Aksi Nasional POIPO).

Ada tiga cara pendekatan strategis yang digunakan dalam menanggulangi peredaran obat palsu. Yakni strategi pencegahan, deteksi atau pengawasan dan pespon atau penindakan. Strategi tersebut rupanya sejalan dengan program WHO.

Obat Online

BPOM juga aktif membantu membangun kapasitas otoritas pengawas obat negara-negara lain. Terutama negara tetangga di perbatasan, melalui program pemerintah Kerja Sama Selatan-Selatan.

"Kami punya peran penting dalam mendukung pengembangan kapasitas Otoritas Regulatori Obat. Khususnya tentang praktik regulasi dalam distribusi dan pengawasan obat," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini