Tak Hanya Serang Lansia, Stroke Intai Generasi Muda

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 28 Oktober 2019 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 28 481 2122782 tak-hanya-serang-lansia-serangan-stroke-intai-generasi-muda-F1pDgQajLU.jpg Stroke intai usia muda (Foto : Boldsky)

Stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Idonesia. Menurut Sample Registration System (SRS) 2014 tingkat kematian masyarakat Indonesia akibat stroke mencapai 21,1 persen.

Selain angka kematian yang tinggi, menurut Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) penyakit stroke mengambil porsi biaya yang cukup besar. Penyakit stroke menempati urutan biaya terbesar ketiga setelah jantung dan kanker.

Stroke dokter

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi orang yang mengalami stroke adalah 12,1 per mil. Sementara pada Riskesdas 2018 prevalensi stroke menunjukkan angka 10,9 per mil.

Menurut Direktur P2PTM, Cut Putri Ariane, kenaikan angka penyakit stroke diperkirakan terjadi pada usia muda. Hal ini disebabkan oleh beberapa sebab, salah satunya adalah pola hidup yang tidak sehat.

Makan junk food tak sehat

“Penyakit stroke banyak dialami oleh generasi muda. Usia termuda seseorang terserang stroke yakni 35 tahun dan tertua yaitu 75 tahun,” terang Cut Putri, dalam acara Hari Stroke Sedunia, di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).

Cut Putri mengatakan Papua memiliki risiko stroke paling kecil sementara Kalimantan paling tinggi, semuanya karena pola makan yang berbeda. Sementara di jakarta menempati urutan 12,2 per mil yang posisinya masih di atas batas nasional.

penyakit stroke

“Faktor konsumsi makanan mengambil peranan penting dalam penyakit stroke. Konsumsi makanan manis, asin, berlemak dan aktivitas fisik yang tidak baik menyebabkan tingginya angka penyakit stroke,” tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini