nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Dokter El, Akhirnya Pelajari Akupuntur dan Totok Aura

Viola Triamanda, Jurnalis · Senin 28 Oktober 2019 19:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 28 612 2122581 cerita-dokter-el-akhirnya-pelajari-akupuntur-dan-totok-aura-t7pcaJOUL6.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MASIH banyak orang Indonesia yang lebih percaya dengan pengobatan alternatif ketimbang periksa ke dokter. Banyak alasan yang mendasari orang enggan pergi ke dokter, dari masalah dana hingga phobia akan dokter.

Tapi, tidak semua pengobatan alternatif sepenuhnya buruk. Ada juga pengobatan alternatif yang ternyata manjur, salah satunya adalah akupuntur. Bahkan, Dokter Elfida Zulkarnain yang biasa juga dikenal dengan dokter El pun menerapkan akupuntur, meskipun sudah lulus dari sekolah kedokteran.

Dokter lulusan Universitas Trisakti Jakarta tersebut, menempuh pendidikan kedokteran dan dinyatakan lulus pada tahun 1994. Setelah itu, dia pun melakukan ujian kenegaraan di salah satu Fakultas Kedokteran Negeri di Indonesia, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Sebelum menekuni akupuntur, dokter El memang sudah bertugas sebagai dokter umum di sebuah daerah. Bahkan, karena keterbatasan literasi kesehatan di daerah tersebut, dia sempat menemukan banyak kejadian unik yang diminta oleh pasiennya.

Perjuangan dokter el belajar akupuntur dan totok aira

"Jadi pasien itu kalau enggak dikasih antibiotik gitu marah. Jadi mereka rata-rata berfikir kalau sakit itu harus dapat antibiotik, mereka datang ke puskesmas bukan untuk menceritakan penyakitnya, tapi malah untuk minta antibiotik" ujar Dokter El kepada okezone.

Tapi kejadian yang membuat dokter El percaya pengobatan alternatif bukanlah pada momen itu, melainkan beberapa tahun kemudian. Di tahun 1998, saat hamil anak yang ketiga, dokter El mengalami sinusitis yang cukup parah.

Tapi karena tidak ingin mengkonsumsi obat-obatan yang dapat berdampak kepada bayinya, dia pun mencoba untuk melakukan pengobatan akupuntur. Merasa efek akupuntur sangat bermanfaat, dia pun mencoba untuk menekuni ilmu akupuntur ini.

"Begitu selesai diakupuntur, ternyata sangat bermanfaat dan sangat menarik, karena saya bisa sehat tanpa obat. Selain itu saya juga mempelajari tentang tenaga dalam yang lebih menarik karena pengobatannya tidak harus menggunakan jarum," katanya.

"Jadi pengobatan tersebut menggunakan tenaga dalam kita sendiri atau energi vital yang disalurkan melalui jari tangan kita sendiri, jadi untuk saat ini pengobatan yang saya lakukan lebih ke pengobatan dengan tenaga dalam yang orang mengenalnya dengan istilah totok aura" tambah dia.

Dokter El menekuni ilmu ini dan mengembangkan tenaga dalam selama 2 tahun. Meskipun ia merasakan perbedaan yang sangat mendalam di  antara ilmu akupuntur dan ilmu kedokteran yang ia pelajari semasa kuliah, ia tetap menekuni ilmu yang bisa menyembuhkan fisik dan juga batin seseorang.

“Ilmu akupuntur ini uniknya karena bisa mengobati jiwa,fisik,dan emosi dengan cara menekan titik-titik tertentu di tubuhnya,” ujar dokter El.

Dokter El juga menekuni kedokteran laser, yang biasa menggunakan warna-warna dalam pengobatannya. Sehingga pengobatan yang ia lakukan tidak menggunakan obat-obat kedokteran, namun menggunakan warna yang ia aplikasikan dalam bentuk bunga atau buah-buahan. Saat ini Dokter El bisa menerima pasien hingga 30 orang dalam satu hari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini